• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Pustaka Kitab

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

by Admin
8 April 2026
in Kitab
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

(Telaah Kitab Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Karya KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie;
Merawat Khazanah Keislaman, Menjaga Sanad Keilmuan)

Oleh: Riko Aji Darma (Alumni Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences)

Dinamika perkembangan ilmu al-Qur’an dan tafsir tidak terlepas dari peran karya-karya ringkas yang kemudian mendorong lahirnya pengembangan keilmuan yang lebih luas. Salah satu di antaranya adalah kitab Nuqāyah al-‘Ulūm karya Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī (849-911 H), yang kemudian disempurnakan oleh penulisnya sendiri melalui kitab Itmām al-Dirāyah li Qurra’ al-Nuqāyah . Karya ini menghimpun secara ringkas empat belas disiplin keilmuan dalam khazanah keislaman, dengan pembahasan tentang ilmu al-Qur’an dan tafsir sebagai salah satu bagian integral di dalamnya.

Meskipun kitab Nuqāyah al-‘Ulūm tidak disusun secara khusus sebagai karya dalam bidang ilmu tafsir, pembahasan ilmu al-Qur’an dan tafsir di dalamnya kemudian dikembangkan dalam bentuk nazham oleh Syaikh ‘Izzuddīn ‘Abd al-‘Azīz al-Zamzamī (900–976 H), dalam karyanya yang dikenal dengan Manẓūmah al-Zamzamī fī al-Tafsīr dan terdiri dari 158 bait. Nazham ini selanjutnya disyarahi oleh Sayyid Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H) dalam kitab Nahj al-Taysīr ‘alā Naẓm al-Tafsīr . Karya tersebut kemudian diperkaya dengan ḥāsyiyah oleh Sayyid ‘Alawī ibn Sayyid ‘Abbās ibn ‘Abd al-‘Azīz al-Mālikī al-Makkī (1328–1391 H) dalam kitab Fayḍ al-Khabīr wa Khulāṣah al-Taqrīr ‘alā Nahj al-Taysīr , serta dilengkapi dengan ta‘līqāt oleh Musnid al-Duniā , Syaikh Muhammad Yāsin al-Fādānī (1335–1410 H).

Tiga lapisan literatur keilmuan berupa nazham, syarḥ, dan ḥāsyiyah (di antaranya ta‘līqāt ) dalam dinamika perkembangan ilmu al-Qur’an dan tafsir tersebut, dihimpun secara komprehensif oleh ulama Nusantara asal Banten, yaitu KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie (lahir 19 Sya‘bān 1396 H), pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Banten, dalam karyanya bernama al-Fatḥ al-Munīr fī Syarḥ Manẓūmah al-Tafsīr.

Menariknya, kitab al-Fatḥ al-Munīr fī Syarḥ Manẓūmah al-Tafsīr karya KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie tersebut tidak sekadar menghimpun tiga lapisan literatur keilmuan sebelumnya sebagai khazanah intelektual keislaman saja, melainkan juga memiliki keterhubungan mata rantai sanad keilmuan yang kuat dengan para pengarangnya.

KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie tercatat sebagai salah satu murid yang sangat dekat dan belajar langsung belbagai disiplin keilmuan Islam dengan Abuya KH. Tubagus Ahmad Hasuri al-Bantanie ibn Tubagus Ahmad Thohir al-Bantanie. Abuya KH. Tubagus Ahmad Hasuri al-Bantanie sendiri merupakan pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren At-Thohiriyah, Serang, Banten. Beliau memiliki silsilah yang tersambung hingga Kesultanan Banten, lahir pada 30 Desember 1930 dan wafat pada usia 87 tahun, tepatnya pada hari Selasa, 29 Mei 2018, bertepatan dengan 13 Ramadan 1439 H.

Setelah menikah beberapa saat, Abuya KH. Tubagus Ahmad Hasuri al-Bantanie melanjutkan perjalanan ilmiahnya ke Makkah al-Mukarramah pada tahun 1950. Di sana, beliau belajar secara langsung kepada para ulama terkemuka pada masa itu, di antaranya Syaikh Ḥasan bin Muhammad al-Masyāṭ (1317–1399 H), yang merupakan guru bagi pengarang kitab Nahj al-Taysīr ‘alā Naẓm al-Tafsīr yaitu Syekh Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H). Selain itu, beliau juga menimba ilmu dari Sayyid ‘Alawī ibn Sayyid ‘Abbās ibn ‘Abd al-‘Azīz al-Mālikī al-Makkī (1328–1391 H), pengarang kitab Fayḍ al-Khabīr wa Khulāṣah al-Taqrīr ‘alā Nahj al-Taysīr.

KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie juga memiliki keterhubungan sanad keilmuan dengan Syaikh Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H), karena beliau pernah belajar langsung dengan Syaikh Sayyid Muhammad ibn Ibrāhīm ibn ‘Abd al-Bā‘ith al-Kattānī al-Iskandarī, murid dari Syaikh ‘Abd al-Ḥayy al-Kattānī (1302–1382 H), yang juga menjadi guru bagi Syaikh Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H). KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie juga memiliki keterhubungan sanad keilmuan dengan Syaikh Muhammad Yāsin al-Fādānī (1335–1410 H), karena Syaikh Muhammad Yāsin al-Fādānī (1335–1410 H) adalah salah satu murid dari Saikh Muḥsin al-Mūsawā al-Ḥaḍramī (1323–1354 H).

Keterhubungan sanad keilmuan tersebut menjadikan hadirnya kitab al-Fatḥ al-Munīr fī Syarḥ Manẓūmah al-Tafsīr karya KH. Imaduddin Utsman al-Bantanie bukan sekadar sebagai tambahan khazanah intelektual keislaman dalam disiplin ilmu al-Qur’an dan tafsir, tetapi sebagai warisan hidup yang memelihara sanad keilmuan, terutama di tengah lanskap zaman yang berubah radikal akibat disrupsi teknologi dan arus informasi masif, yang berpotensi menimbulkan pemahaman yang dangkal. _Nāfa‘anā Allāhu bihim wa bi-‘ulūmihim fī al-darayn, āmīn.

ShareTweetShare
Previous Post

Rizieq Syihab Mengaku Keturunan Si Pitung, Data Sezaman: Si Pitung Mencuri Setrika Baju

Next Post

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

Related Posts

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

5 Juni 2026
143

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

4 Juni 2026
85

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

4 Juni 2026
106

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern

31 Mei 2026
360

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
264

Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

5 April 2026
132

Dari Perjalanan Menuju Ilmu, Menyerap Wasiat Seorang Guru (Sinopsis Kitab Al-Aqwal al-Munirah karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani)

5 April 2026
91

Tokoh-Tokoh Fiktif Yang Disebut Dalam Sejarah Hadramaut

11 Desember 2025
562

اَلشَّخْصِيَّاتُ الوَهْمِيَّةُ المذكورة في تاريخ حضرموت

10 Desember 2025
280

Kitab Al-Manhajussawi Karya Ba’Alwi dan Kutipan Palsu: Pelajaran Untuk Gus Ajir Ubaidillah

28 November 2025
1.2k
Next Post

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

Paling Banyak Dilihat

Opini

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

by Admin
16 Juli 2026
30

​BANTEN — Isu keabsahan nasab klan Ba'alawi (Habaib) di Nusantara terus menggelinding panas. Baru-baru ini, sebuah potongan video pernyataan tokoh...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.4k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25