• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Ngaji Ihya’ Ulumuddin Bersama Gus Ulil Abshar Abdalla

by Admin
17 Juni 2023
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nurul Azizah

Sebelum Gus Ulil naik ke mimbar, beliau bertemu dan berbincang dengan dua mahasiswi dari Afganistan. Banyak berbincang tentang perbedaan perlakuan perempuan Indonesia dan Afganistan.

Dua mahasiswa dari Afganistan tersebut kuliah di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang. Di negeri yang mayoritas beragama Islam, tetapi para perempuan tidak memiliki kemerdekaan. Para perempuan Afganistan tidak boleh hadir di majelis taklim.

Di Indonesia perempuan boleh hadir di berbagai acara bahkan mengadakan kegiatan sendiri. Majelis taklim dari para Muslimat dan Fatayat NU harus dijaga dan dilestarikan. Seperti kegiatan malam ini, Jumat 16 Juni 2023 bertajuk Kopdar Ngaji Ihya’ Ulumuddin Bersama Gus Ulil Abshar Abdalla dari Rembang, yang mengadakan itu PAC Fatayat NU Kecamatan Tembalang Semarang digawangi oleh Sahabat Aniqotunnafi’ah.


Menurut Gus Ulil Abshar (Ketua LAKPESDAM PBNU) Kitab Ihya’ Ulumuddin karangan Imam Al-Ghazali mengacu pada akhlak. Akhlak itu gambarannya rumah yang sudah berdiri, ada pintu, jendela, sudah bisa ditempati, tapi masih kosong. Belum ada meja kursi, tempat tidur, lemari, barang-barang elektronik dan perabot rumah tangga lainnya.

Demikian juga seorang yang sudah berislam, syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji. Tapi belum disempurnakan dengan akhlaknya.

Tahapan untuk sempurna akhlaknya yaitu Iman, Islam dan Ikhsan. Ikhsan di sini tahapan pencucian jiwa. Ihya’ Ulumuddin sendiri merupakan kitab yang membahas kaidah dan prinsip dalam menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs) yang membahas perihal penyakit hati, pengobatannya, dan mendidik hati.

Baca Juga

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

Allah menghormati semua makhluk, terutama manusia. Ajaran ikhsan atau akhlak merupakan ajaran yang indah sekali. Seperti rumah yang lengkap dengan aneka perabotnya serta ada taman warna warni.

Orang yang memiliki akhlak enak diajak ngobrol, diajak diskusi. Mau mendengarkan curhatan orang yang punya masalah.

Kitab Ihya’ Ulumuddin yang membahas tentang akhlak ini cakupannya luas, malam ini temanya bahaya orang yang tidak bisa menjaga mulutnya. Orang Islam yang sudah menjalankan sholat, puasa, zakat, haji tapi belum bisa menjaga mulut, berarti belum sempurna akhlaknya.

Orang Islam itu orang yang mulutnya tidak menyakiti dan menggangu orang lain.

Indonesia menjadi ramai atau berisik akibat mulut-mulut yang tidak bisa dijaga. Makanan yang banyak juga disediakan untuk kebutuhan mulut. Kebutuhan makan untuk kesehatan fisik. Mulut bisa menciptakan keajaiban dan bisa juga kerusakan.

Penyakit mulut banyak jenisnya antara lain, suka ghibah, suka menyebarkan hoak dan tipu daya, adu domba dan lain-lain.

Afatul lisan yaitu orang yang tidak bisa menjaga lisannya. Diantaranya orang yang tidak punya ilmu tapi ikut menyebarkan pendapatnya dengan sesuka hati, memfitnah, menyebarkan kebencian, berkata bohong, dan lain-lainnya.

Salah satu penyakit mulut, menurut Imam Ghozali seseorang memberi nasehat dengan harapan dapat pujian dan merasa paling pintar. Orang yang suka menasehati, tapi karena niatnya salah, biar dipandang oleh orang sholeh, pintar. Sebenarnya dibalek nasehatnya hanya untuk merendahkan orang lain. Merasa dirinya paling pandai dan paling suci.

Ingat di dalam diri manusia itu ada syetannya. Syetannya masih aktif, ada kekuatan jahat yang mendorong orang untuk melakukan kejahatannya.

Manusia tidak boleh lengah sedikitpun, karena kekuatan jahat itu disesuaikan dengan derajat kita. Perintahnya Kanjeng Nabi kita tidak boleh lengah sedikitpun terhadap tipu daya syetan.

Kita semua masih butuh guru untuk bisa memberikan nasehat. Kalau sudah jadi kiai, juga butuh nasehat, karena syetan selalu ada di sekitar kita. Guru dan kiaipun bisa kena tipu muslihat syetan.

Mulut manusia untuk zaman modern ini diganti dengan jari-jarinya. Bermain jari jemari di media sosial.

Jari-jari manusia juga ada afatul lisan, ada penyakit mulutnya. Hati-hati kalau jari-jari suka klik klik beli barang secara online di market place kemudian tagihan akhir bulan meningkat.

Alhamdulillah orang Indonesia akhlaknya baik di mata orang asing. Karena orang Indonesia diajari akhlak oleh kiai-kiai kampung yang dekat dengan rakyat.

Setiap kiai kampung mengajarkan tentang bahaya kalau orang tidak menjaga lisannya. Karena perkataan yang tidak bermanfaat bisa membuat hati kasar. Mereka yang banyak ngomong bisa dipastikan ada unsur bohong. Hanya omong kosong yang tidak ada manfaatnya. Karena orang yang tidak bisa menjaga mulut akan menyebabkan pertengkarannya.

Alhamdulillah ngaji Ihya’ Ulumuddin yang diadakan di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Fadhlilah Semarang asuhan KH. Dr. Iman Fadhilah ini berjalan lancar. Tidak hanya para ibu-ibu dan mbak-mbak Fatayat NU saja yang ikut ngaji, tapi diikuti juga oleh masyarakat luas.

Nurul Azizah penulis buku : Muslimat NU Di Sarang Wahabi dan Muslimat NU Militan Untuk NKRI.

ShareTweetShare
Previous Post

Tinjauan Nasab, Ijtihad Menjaga Kemuliaan Keturunan Mulia

Next Post

Riwayat Hidup KH Abdul Kabir Petir Ulama NU Yang Legendaris

Related Posts

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
17

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
42

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
66

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
65

Muktamar NU 2026 and The Art of Letting Go

7 April 2026
37

Antara Taipan Yahudi George Soros dan Rumail Abbas

24 Maret 2026
593

Beruntungnya Orang yang Saling Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri

21 Maret 2026
40

Memahami Klaim Nasab Suci: Pentingnya Verifikasi Data Sejarah dan Narasi Peradaban

15 Maret 2026
118

Titik Balik Thesis al Bantani, Konsensus dan Glorifikasi Nasab Ba’Alwi: Tiga Tahun  Gagal Raih Syuhra Wal Istifadlah (2023 2025)

11 Maret 2026
118

Jahil Murakkab dan Runtuhnya Fabrikasi Nasab: Validasi Ilmiah KH. Imaduddin melalui Verifikasi Mustanad dan Genetik

8 Maret 2026
233
Next Post

Riwayat Hidup KH Abdul Kabir Petir Ulama NU Yang Legendaris

Paling Banyak Dilihat

Opini

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

by Admin
21 April 2026
17

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara 12 Data Weaponizing Historis dan Sanad Ilmu Untuk Menundukkan dan Menjajah Pribumi Senjata utama Klan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Geger: Manuskrip-manuskrip Sunan Ampel Dari Abad 15 dan 16 Masehi Ditemukan di Bantarsari Cilacap

Menjaga Marwah Sejarah: Fakta Autentik Trah Sunan Ampel dan Keadilan untuk Leluhur di Winongan yang Menjadi Korban

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil: Ditradisikan oleh Walisongo Sunan Ampel, Namun Diduga Sejarah Dibelokkan oleh Oknum?

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.8k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25