• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Pesan Cinta Untuk Nahdliyiin

by Admin
1 Juni 2024
in Berita
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

PBNU Umumkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

PWNU Banten Salurkan Bantuan Air Minum Cibaduy ke Posko Mudik Banser Tangerang

“Dari Masjid untuk Indonesia”, Posko Mudik DMI di Kab. Serang Layani Pemudik Hingga Sepekan Usai Lebaran

Oleh: Ahmad Suhadi

Memahami NU laksana sulitnya memahami agama dalam beragam penafsiran. NU adalah Organisasi yang dibentuk untuk merawat jagad dan menjaga ajaran Aqidah Ahlussunah waljmaah, yaitu dengan cara mengikuti teologi yang diajarkan oleh Imam Abu Hasan Asyari, dan Imam Abu Mansur Al-maturidi. Begitu pula dengan mengikuti cara Fiqihnya Imam Madzhab empat. Sebagaimana pendapat salah satu Imam, seperti Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam syafii dan imam Hambali. Lalu ikutilah olehmu cara akhlak tasawuf sebagaimana yang dinasihatkan oleh Imam Junaedi dan imam Al-Ghozali. Jika kamu ingin menggerakkan pikiran dengan kecerdasan lakukan kecerdasanmu untuk berpikir yang tidak terlalu tekstualis juga tidak terlalu aktualis.

Wahai saudaraku! Bahwa dalam berNU baik bersosial maupun beragama agar selalu menjunjung tinggi prinsif tawasuth, tasamuh, tawazun, ta’adul dan amar maruf nahi munkar. Kenalilah kerangka dasar agar berNU tidak menyimpang dari koridor ke-NU-an, mulailah menelaah dan memahami qonun asasi dan risalah ahlussunah waljmaah yang diramu dengan madu kitab irsydu syari yang dinikmati dengan minuman petuah para muasis NU. Aduklah ramuan madu karya Mbah Kyai Hasyim Asy’ari dalam bejana ad/art keormasan NU. Jika ramuan yang dituangkan tidak kau aduk, pasti akan terasa pahit, dan jika kebanyakan diaduk akan terlalu manis. Kadang terlalu Pahit membuat rasa mual dan terlalu manis pun bisa berakibat diabet, maka perlu ramuan pahit dan manis menyatu menjadi satu sehingga meminum nya akan terasa nikmat. Semua itu tergantung bagaimana cara kamu mengaduk ramuan tersebut.

Wahai saudaraku!! NU adalah wasilah berkendaraan untuk menaiki dan menapaki Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah. Bergembiralah ketika kau tidak tertipu, dan tidak mengikuti ajakan orang-orang yg menyimpang dari sunnah Rosululmu, seakan-akan dia telah merasa sudah tepat diatas jalan thoriqoh Rosulullah SAW, padahal tidak!.

Wahai Warga NU! Berhati-hatilah dengan Dajjal, semua Nabi dan Rosul memberikan nasihat kepada umatnya untuk berhati-hati atas tipu dayanya, Karena dajjal hanya ingin mengaburkan jalan kebenaran, mereka berdusta dan berbohong dengan pakaian kebenaran, mereka selalu mengajak manusia ke jalan agar kita keluar dan menjauh sejauh-jauhnya dari jalannya Rosulullah saw.

Dajjal ingin membutakan ainul basyiroh kita, kecerdasan kita, dan ingin menghilangkan rasa indahnya persatuan dalam kebhinekaan, dajal pun selalu menghembuskan keraguan kemampuan bangsamu.

Dajal memang sakti mandraguna karena kesaktian yg disampaikannya adalah bersifat halusinasi, mengajak kita semua untuk bertamasya dalam cerita hayalan dan keghoiban yang diciptakannya.

Ketahuilah olehMu, bahwa Melawan Dajjal hanya dengan ilmu dan kecintaan kepada Rosulullah, bukan dengan mengkultuskan orang lain diluar dari diri rosulullah. Sekalipun yg hendak diajarkan adalah untuk mengkultuskan orang yang telah mengklaim diri dan mengku sebagai keturunan Rosulmu. Jangan sekali-kali kamu percaya, sebelum ada kerelaan dan keridloan untuk diteliti silsilahnya.

Jika memang mereka benar sebagai dzuriyah Rosulullah, pasti dengan senang hati dan tidak ragu untuk diteliti, bukan malah membalas caci maki dan bermuram durja setengah mati.

Ingat wahai saudaraku para nahdliyin…!! Dulu kita telah diajarkan oleh para guru dan orangtua, bahwa yang memberi syafaat adalah Rosulullah, dan alquran. Orangtua dan guru yang sholeh, adalah tempat kita mengalap berkah didunia.

Carilah Berkah orangtuamu! agar dunia kita lebih manfaat, sedangkan carilah berkah dari gurumu yang sholeh agar ilmumu manfaat, semua itu adalah nasihat para guru, dan orang tua kepada kita. Camkanlah nasihat di atas!!.

Wahai saudaraku Nahdliyyin yang lemah dan mudah terpedaya!! Ingatlah, Hikmah yang dulu pernah diwasiatkan oleh para leluhur kita, agar kita dapat membatasi diri untuk tidak mudah percaya orang lain; walaupun kadang nasihat yang dipesan terkesan bercabang antara berbaik sangka dan tidak mudah mempercayai. Didalam nasihat itu, kita disuruh untuk Waspada dan mawas diri dari segala ancaman yang membahayakan diri.

Janganlah mudah kamu percaya!! Walaupun ada orang menjual agama dan menjual nama kemuliaan Rosulullah, karena tujuan mereka hanya untuk mencari materi, membanggakan marga, dan kelompoknya saja.

Semua nasihat yang datang dari para kaum zindik, penyembah agama dan pemuas nafsu keserakahan bagaikan si penjual obat yang menawarkan obat kurap kepada penderita Jantung. Diminum tak bisa, di olesi pun tak akan menyentuh kesembuhan jantung.

Wahai saudaraku para nahdliyiin! Kecemburuanmu agar hidup tanpa tekanan, merdeka dalam berkarya, optimisme tanpa dogma, akan bisa terwujud, jika dirimu menjauh dari para pendusta penjual agama.

Percayalah! Dajjal hanya ingin menyesatkan dengan membelokan ajaran cinta terhadap ahlul bait, dan dzuriyah Rosulmu yang sesungguhnya. Mereka berdusta dengan Kemuliaan Nabi, padahal bukan bagian dari diri Rosulmu. Mereka ingin diaku sebagai dzuriyah Rosulullah padahal gen yang mereka miliki sedikitpun tak terkonfirmasi.

Ketahui olehmu!! Kecintaan kaum dajjaliyuun terhadap Rosulullah adalah hambar, seakan-akan cinta Rosul padahal hanya ingin menampilkan sosok lain bagaikan Syi’ah yang berdusta atas nama keluarga Ali bin Abi Tholib, namun mereka hanya cinta terhadap Husen bin Ali. Mereka mencintai ahlul bait bukan karena kecintaan kepada Nabinya, tapi karena husen cucu Nabi telah menikahi Syah zinan, anak putri leluhur mereka.

Seharusnya kecintaan kepada Nabi yang mulia, tidak hanya diwujudkan dengan hanya bersholawat, yang diiringi tabuhan alat musik sederhana, tapi hatimu masih dihinggapi keyakinan cinta terhadap tokoh lain melebihi cinta ketokohan Nabimu. orang lain dianggap memiliki keistimewaan dan derajat seperti Rosulullah.

Saat Nabi dibuat karikatur kau tak ribut dengan beribu macam alasan. Namun saat nabimu disamakan dengan sosok lain yang katanya telah mi’roj melebihi Nabi hingga 70 kali dalam semalam, kau bungkam bagaikan bibir yang dilampat lakban.

Saat logikamu dikunci dengan dogma khurofat, dan tahayul kau masih membela diri dengan alasan fikih, adab dan kemuliaan. Nyaris akalmu hilang ditelan bumi.

Wahai saudaraku Nahdliyyin! Jika dirimu Cinta terhadap kemuliaan nama Rosulullah, tapi tidak ada sedikitpun penasaran ingin membuktikan validitas orang-orang yang mengklaim dirinya keturunan Rosulullah, maka kecemburuan dan cintamu Rosulullah adalah Dusta.

Kecemburuanmu mesti bangkit..bangkit…dan bangkit..!!lawan orang-orang yang akan membelokan rasa nasionalime yang telah membelokan sejarah bangsamu. Jangan hilangkan rasa terimakasih mu terhadap para pejuang bangsamu dan pahlawan bangsamu, wajib bagimu untuk mengenali mereka dan doakan jasa mereka, jelas kau generasi yang pandai berterimakasih dan pandai bersyukur.

ShareTweetShare
Previous Post

رأي نهضة العلماء في العلاقة بين المسلمين وبين غيرهم في الدولة الوطنية

Next Post

Ta’dhiman wa Takriman Rois ‘Am dan Tetap Mendukung Penelitian

Related Posts

Step Forward? Perintah Allah Swt & Rasulullah Saw: Refleksi Menuju 4 Tahun Polemik Nasab Habib & Baalwisasi-Yamanisasi

18 April 2026
33

Melawan Hegemoni Ba’alwi: Menuju Dekolonisasi Mental Pesantren

25 Maret 2026
74

PBNU Umumkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

19 Maret 2026
160

PWNU Banten Salurkan Bantuan Air Minum Cibaduy ke Posko Mudik Banser Tangerang

17 Maret 2026
34

“Dari Masjid untuk Indonesia”, Posko Mudik DMI di Kab. Serang Layani Pemudik Hingga Sepekan Usai Lebaran

14 Maret 2026
41

Meluruskan Sejarah NU Yang Ditikung

12 Maret 2026
93

Ansor Kota Tangerang Kirim Surat Resmi ke Kapolres, Tegaskan Penolakan RJ dan Desak Penahanan Tersangka Kasus Ridha

3 Maret 2026
75

MELEPAS BAHAR SMITH POLRES METRO TANGERANG KOTA ADA APA?

25 Februari 2026
125

Lembaga Nasab Klan Ba Alwi Naqabatul Asyraf Al Kubro Tolak Walisongo Sebagai Ba Alwi

24 Februari 2026
97

التزامن الجيني والنسبي الهاشمي: بين ميثولوجيا الأنساب وواقع الهابلوغروب ونزاهة البحث العلمي

13 Februari 2026
80
Next Post

Ta'dhiman wa Takriman Rois 'Am dan Tetap Mendukung Penelitian

Paling Banyak Dilihat

Opini

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

by Admin
1 Mei 2026
127

Tangerang, (30 April 2026) - Wilayah Kresek dan Tanara merupakan dua wilayah yang secara geografis berdekatan serta memiliki keterkaitan historis...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
70.9k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25