• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Gus Rumail Berdusta: Tanpa Tanda Kutip

by Admin
19 Agustus 2023
in KH Imaduddin al Bantani, Opini, Tokoh
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

Gus Rumail berdusta, tanpa tanda kutip, ketika menyatakan penulis mengatakan “nasab Ba Alawi hanya di itsbat mimpi-mimpi”. Kenyataannya, dalam tulisan penulis, tidak pernah ada kata “hanya”.

Sebelum mengutip tulisan Muhammad Khirid tentang di itsbatnya nasab Ba Alawi oleh mimpi-mimpi, penulis telah mengutip tulisan Muhammad Khirid tentang usaha Ali Ba jadid mengitsbat nasabnya ke Irak kehadapan para qodi. Yang bagi penulis, kisah itu fiktif belaka, karena diceritakan dengan referensi yang terputus di Al-Jauhar Al-Syafaf (855 H), yaitu kitab fenomenal abad ke-9 perintis kontruksi nasab Ba Alawi, berserangkai bersama Al-Burqoh Al-Musyiqoh (895 H). Sementara jarak antara Al-Jauhar Al-Syafaf dengan kejadian itu terbentang interval 235 tahun. Kisah itu diciptakan hanya untuk jawaban apologetic, yang penulis kira, di masa Al-jauhar Al-Syafaf dan masa Khirid itu (pertengahan abad 10), nasab Ba Alawi penuh dengan gugatan.

Penulis tidak bisa disebut berdusta walau dengan tanda kutip. Karena kisah di itsbat mimpi itu benar adanya diriwayatkan oleh Muhammad Khirid dalam Al-Guror.

Gus Rumail “berdusta”, dengan tanda kutip, ketika menyebut bahwa Khirid menyebut nasab Ba Alawi telah di itsbat banyak ulama. Karena, sebenarnya Gus rumail tahu, ketika Khirid mengutip Al-Khotib dalam Al-Jauhar Al-Syafaf, Al-khotib menyebut nama-nama ulama yang mengitsbat nasab Ba Alawi tersebut tanpa referensi.

Ada 17 nama-nama ulama yang disebut Khirid telah mengitsbat Ba Alawi sebagai syarif berdasarkan bait-bait sya’ir dari Habib Abu Bakar bin Abdullah bin Abu Bakar, yaitu: Al-Ahdal (w. 855 H), Al-Khozroji (w 812 H). , Al-Yafi’I (w. 768 H), Al-Awaji, Al-Syarji (W. 893 H), Ibnu Abil Hub (W. 611 H), Al-Janadi (w. 732 H), Ibnu Hisan, Ibnu Samuroh (587 H), Abu Syukail ) (w. 871 H), Ibnu Kaban ) (w.776 H), As-Sakhowi (w. 902 H), Abul fadol (w. 980 H), Abu Abad, Muhammad bin Abu Bakar, dan Ibnu Abi Isa Attarimi.

Dari 17 nama ulama yang disebut Khirid itu, benarkah mereka semua telah mengitsbat nasab Ba Alawi sebagai keturunan Nabi Muhammad Saw? Dengan yakin penulis katakan TIDAK. Ada yang hanya dicatut namanya saja.

Begini penjelasannya, dari 17 nama itu kita pilah mana ulama yang lebih tua dari Al Khotib (w. 855 H) dan Ali Al-Sakran (W. 895 H), merekalah yang akan kita konfirmasi. Karena Al-Khotib dan Al-Sakranlah, terdakwa dalam “bid’ah” nasab Ba Alawi sampai ke Nabi Muhammad Saw. Sedangkan ulama-ulama setelah keduanya, kemungkinan besar, jikapun mengitsbat, tentu taklid dengan mengutip keduanya dari Al-jauhar dan Al-Burqoh.

Ibnu Samuroh, Gus Rumail tahu, bahwa Ibnu Samuroh dalam kitabnya Tobaqotul Fuqoha (587 H), tidak mengitsbat nasab Ba Alawi. Jangankan mengitsbat, menyebut salah satu nama keluarga Ba Alawi-pun tidak. Lalu beranikah Gus Rumail berkata bahwa Al-Khotib berdusta atas nama Ibnu Samuroh, dengan tanpa tanda kutip? Seperti Gus Rumail memframing “kedustaan” untuk penulis, padahal yang penulis tulis betul-betul tertulis dalam Al-Gurar.

Al-Khozroji, ia tidak mengitsbat Ba Alawi bin Ubaidillah. Dalam kitabnya, Al-Iqdul Fahir, Ia menyebut nama keluarga Ba Jadid, yang sekali lagi penulis yakinkan, Ba Jadid ini bukanlah keluarga Ba Alawi Ubaidillah. (lihat Al-Iqdul Fahir halaman 1486) Al Khozroji ketika menyebut keluarga Ba Jadid sama sekali tidak menyebut Jadid sebagai mempunyai saudara bernama Alwi.

Al-Yafi’I (w. 768 ), ia dalam kitabnya menggubah sebuah syair, dalam syairnya ia menyebut nama Abu Alwi, seperti diketahui, yang terkenal sebagai Abu Alwi adalah keluarga Jadid, sebagaimana disebut dalam Al-Suluk (732 H), tidak satupun ada berita Jadid mempunyai saudara bernama Alwi dan Bashri, kecuali setelah Al-Jauhar Al-Syafaf dan Al-Burqoh di abad ke-9.

Gus Rumail, ketika membuat judul menggunakan kalimat “kedustaan”, ia menggunakan tanda kutip, artinya memang bukan dusta, karena apa yang penulis tulis tentang itsbat mimpi itu benar adanya disebut dalam kitab itu. “kedustaan” yang dimaksud oleh Gus Rumail, adalah kebenaran hakiki yang bisa ditafsiri kedustaan tanpa terkena hukum berbohong ketika menyatakannya. Sehingga orang awam akan mengira penulis benar-benar berdusta, tanpa bisa dikatakan bahwa Gus Rumail yang menyatakannya berdusta karena telah memframing kedustaan itu.

Yang bisa dikatakan kedustaan adalah, jika ada orang menyatakan bahwa ia tidak ada kaitan dengan Ba Alawi, tetapi kemudian ia menyatakan “hanya saja ada juga yang mengatakan bahwa kami masih dzuriyah Al-Habsyi.”

Kesimpulan tulisan ini adalah: nasab Ba Alawi berputar dalam sirkuit klaim kesahihan yang tidak terkonfirmasi kitab primer, kegelapan sejarah, referensi yang tidak lulus uji petik, cocokologi, mimipi-mimpi dan “bau-bau kedustaan”.

Penulis: Imaduddin Utsman Al-Bantani
Editor: Didin Syahbudin

ShareTweetShare
Previous Post

Catatan Obyektif Seputar Proklamasi Tahun 1945

Next Post

Kiai Budi, “Mana Bukumu, Setiap Ketemu Saya Kalau Bisa Membawa Karya”

Related Posts

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
40

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

14 September 2026
164

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

14 September 2026
64

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
68

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
473

RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

4 September 2026
904

Mendiagnosa NU

4 September 2026
42

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

2 September 2026
386

Kiai Imad Menerima Titipan Mushaf Al-Qur’an Era Kekaisaran Utsmaniyah dari Gus Hakam Tambakberas

29 Agustus 2026
191

Kiai Imad Mendoakan NU di Hadapan Makam Mbah Wahab Hasbullah

29 Agustus 2026
137
Next Post

Kiai Budi, "Mana Bukumu, Setiap Ketemu Saya Kalau Bisa Membawa Karya"

Paling Banyak Dilihat

Berita

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

by Admin
17 September 2026
40

SERANG — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kasemen menggelar pengajian akbar dalam rangka Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Pengajian Akbar MWCNU Kasemen: Teruskan Perjuangan Muassis NU, Ulama dan Umaro Bersinergi

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Mahfud MD Tegaskan Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Akademisi Irak Dr Yasin Al-Kalidar Batalkan Nasab Ba’alwi Hadramaut, dan Peringatkan Pendukung Ba’alwi Mendapat Laknat Allah

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.7k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25