• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Hanya Habaib Yang Berbeda

by Admin
15 April 2024
in Opini, Pustaka, Sejarah, Tokoh
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Keturunan Rasulullah Muhammad SAW itu banyak dan tersebar di seluruh dunia, tetapi tidak menunjukkan jati dirinya, mungkin khawatir perilaku dan akhlaknya tidak sama dengan datuknya tersebut. Lain halnya dengan Habaib yang merasa paling berhak sebagai keturunan Rasulullah, bahkan menghujat orang yang menggugat nasabnya tersebut, dan menganggapnya sebagai iblis.

Sikap habaib belakangan ini ada yang marah-marah dengan narasi kecaman, ada yang bicara halu, ada pula sikap dan kata-katanya berlebihan, begitu juga membangga-banggakan para leluhurnya hingga tidak ada hamba Allah yang setara dengan leluhurnya (Ba’Alwi) itu, baik nasab maupun ilmunya.

Diperparah dengan pernyataan-pernyataan dari beberapa habaib yang membelokkan dan mengaburkan sejarah Indonesia, sejarah NU sejarah Jatman. Tetapi ketika mengungkit fatwa mufti Betawi Usman bin Yahya atas peristiwa sebelum dan sesudahnya Geger Cilegon 1888 M, buru-buru reaktif dan emosional, padahal fatwa itu efeknya melemahkan perjuangan ulama Banten dalam melawan penjajah kolonial Belanda. Orang Banten dalam hal ini tidak akan lupa.

Karena itu sikap arogan dan pernyataan-pernyataan halu, ngawur dari mereka habaib justru akan memperjelas eksistensi nasab palsunya tersebut. Sebab nalar yang waras akan selalu menganalisanya mana yang benar dan mana yang salah, seperti mana emas dan mana loyang.

Baca Juga

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

Semakin bersikap ekslusif atas umat Islam pribumi, maka mereka habaib akan semakin ditinggalkan, dan semakin mereka tidak rasional maka bangsa Indonesia akan melupakannya, cepet atau lambat. Sekali lagi nasab tidak akan bisa menolong, kecuali ilmu dan akhlak.

Nasab tidak perlu dibanggakan tetapi menjaga kemuliaan nasab itu harus, karena kita hidup dari jalur para leluhur yang telah mewariskan kebaikan. Itu artinya nasab mulia tidak perlu pengakuan karena ia akan tetap mulia meski tidak diakui.

Hentikan laku ucap yang halu, khurafat dan mengada-ada tersebut, sebab Islam tidak ajarkan dogma, baik dalam hal teologi maupun di luar teologi, Islam agama yang rasional tetapi juga konsisten sebagai agama Wahyu. Kita belajar tarekat dan tasawuf bukan untuk menggiring Islam sebagai agama dogmatis, tetapi belajar dan menerapkan tasawuf untuk mengikat kencang syariat Islam di pemahaman, keyakinan dan pengamalannya. Tasawuf itulah sikap mujahadah menjaga kesempurnaan Islam sebagai agama samawi.

Serang 14 April 2024

Oleh: Hamdan Suhaemi

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah NabiegalitergenetikaGus Fahrurhabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsukemanusiaankesetaraanketua PBNUKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadPBNUpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Mengapa Para Habib Tidak Sah Menjadi Saksi Nikah?

Next Post

Menakar Kejujuran Ba ‘Alwi Dan Rumail Abbas

Related Posts

Kisah Usman bin Yahya Meminta Jabatan Mufti Kepada Pemerintah Penjajah Belanda

15 Mei 2026
129

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
90

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
42

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
216

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
221

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
73

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
180

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
544

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
105

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
96
Next Post

Menakar Kejujuran Ba 'Alwi Dan Rumail Abbas

Paling Banyak Dilihat

Sains

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

by Admin
24 Mei 2026
105

Klan Ba’alwi, sebuah komunitas yang berasal dari wilayah Hadramaut, Yaman, secara historis mengklaim garis keturunan paternal (patrilineal) mereka bermuara pada...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25