• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Ulama Fiqih

Mengapa Para Habib Tidak Sah Menjadi Saksi Nikah?

by Admin
13 April 2024
in Fiqih, Kitab
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

Dari Perjalanan Menuju Ilmu, Menyerap Wasiat Seorang Guru (Sinopsis Kitab Al-Aqwal al-Munirah karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani)

Indonesian Fiqh Experts of Majma’ Fuqaha Jawa Declare Baalwi Lineage Invalid on Sharia, Historical, and Genetic Grounds

Kita sering melihat di media sosial video para habib Ba’alwi menari di hadapan banyak orang. Bahkan tidak hanya habib muda, yang sudah dikenal sebagai ulama-pun tidak segan-segan untuk turun melantai menggerakan kaki dan tubuhnya dalam alunan music marawis. Tarian itu disebut sebagai tari “temani”, atau orang Yahudi menyebutnya “tza’ad Temani” (langkah Yaman), yaitu tarian yang berasal dari kaum Yahudi Yaman dengan gerakan khas menghentakan langkah kaki dengan mode tertentu.

Dalam fikih Islam, ulama berbeda pendapat tentang hukum menari. Hukumnya dibedakan dilihat dari jenis tarian itu sendiri, tarian yang dibawakan laki-laki dan perempuan, dan menari di hadapan siapa. Hukumnya berbeda pendapat dari mulai boleh, makruh sampai haram.

Ulama syafi’iah mayoritas membolehkan menari bagi laki-laki dengan sarat tertentu. Tetapi mereka sepakat bahwa orang yang sering menari, adalah termasuk orang yang tidak mempunyai muru’ah (kehormatan), dan yang melakukannya tidak sah untuk dijadikan sebagai saksi, termasuk saksi nikah.

Seorang saksi, diatur dalam fikih Islam, ia harus memenuhi sarat-sarat tertentu, diantaranya: ia harus mempunyai muru’ah (kehormatan). Dalam kitab Fathul Mu’in, muru’ah didefinisikan sebagai:

توقى الادناس عرفا

“Menjaga diri dari perbuatan rendah”

Kitab Fathul Mu’in juga memberikan beberapa contoh orang-orang yang tidak diterima kesaksiannya karena tidak mempunyai muru’ah.

فيسقطها الاكل والشرب في السوق والمشي فيه كاشفا رأسه أو بدنه لغير سوقي وقبلة الحلية بحضرة الناس وإكثار ما يضحك بينهم أو لعب شطرنج أو رقص

“maka runtuhlah muru’ah itu oleh makan dan minum di pasar; berjalan di pasar tanpa menutup kepala dan badan, (hukum) ini untuk selain orang (yang bekerja) di pasar; mencium isteri di hadapan orang; memperbanyak (kata) yang membuat orang tertawa; sering main catur dan berjoget”. (Fathul Muin dalam I’anatuttalibin 4/319) .

Imam Al Qurtubi dalam tafsirnya mengatakan:

قال أبو الفرج : وقال القفال من أصحابنا : لا تقبل شهادة المغني والرقاص .

“Berkata Abul Faraj: dan telah berkata Al Qaffal sebagian dari ulama kita: tidak diterima kesaksian para penyanyi dan para penari” (Tafsir Al Qurtubi 14/56)

Imam Nawawi dalam Raudatuttalibin mengatakan:

فرع ما حكمنا بإباحته في هذه الصورة قد يقتضي الإكثار منه رد الشهادة ، لكونه خارما للمروءة فمن داوم على اللعب بالشطرنج والحمام ، ردت شهادته وإن لم يقترن به ما يوجب التحريم ، لما فيه من ترك المروءة ، وكذا من داوم على الغناء أو سماعه وكان يأتي الناس ويأتونه ، أو اتخذ جارية أو غلاما ليتغنيا للناس ، وكذا المداومة على الرقص ، وضرب الدف

“Far’un (cabang masalah): apa yang kami hukumi kebolehannya dalam pemaparan ini, keseringan melakukannya berkonsekwensi ditolaknya kesaksian karena tercederainya muru’ah. Maka barangsiapa yang sering main catur, pergi ke pemandian umum, tertolak kesaksiannya, walaupun tidak disertai sesuatu yang membuatnya haram, karena didalamnya terdapat hal yang mengabaikan muru’ah. Begitu pula orang yang sering menyanyi dan mendengarkannya, ia mendatangi orang atau orang mendatanginya (untuk menyanyi), atau ia mengambil budak perempuan atau budak laki-laki untuk menyanyi bagi orang lain, begitupula hukum sering menari dan menabuh marawis” (Raudatuttalibin 11/230)

Ulama madzhab Hambali juga berpendapat yang sama, yaitu orang yang menari ditolak kesaksiannya, ia tidak bisa menjadi saksi. Contoh ulama Hambali yang berpendapat demikian adalah Ibnu Muflih ia berkata dalam kitabnya Al Mubdi’ fi Syarhil Muqni’:

فلا تقبل شهادة المصافع والمتمسخر والمغني والرقاص واللاعب بالشطرنج والنرد والذي يتغذى في السوق ، ويمد رجليه في مجمع الناس ، ويحدث بمباضعة أهله وأمته ، ويدخل الحمام بغير مئزر ، ونحو ذلك

“Maka tidak diterima kesaksian al mushafi’ (orang yang sering menampar wajah), Al Mutamaskhir (orang yang melakukan hal yang membuat orang lain mengejeknya), penyanyi, penari, pemain catur, pemain kartu, dan orang yang makan di pasar, orang yang melunjurkan kaki di hadapan orang, orang yang cerita jima’nya ia dengan isterinya atau budaknya, orang yang memasuki pemandian umum tanpa kain sarung, dan sebagainya. (Al Mubdi’ 10/225)

Jika para habib itu beralasan bahwa menari tarian temani itu adalah bagian dari budaya mereka, jadi ikut menari bersama itu bagian dari menjaga budaya mereka, tentu menjaga budaya itu adalah suatu hal dan hilangnya muru’ah itu adalah hal lain. Masyarakat Indonesia juga memiliki tarian-tarian sebagai bentuk prasasti perjalanan peradaban dan heritage budaya mereka, tetapi bukan berarti kesenian dan tarian itu dilakukan secara langsung oleh para ulamanya. Standar dan nilai suatu muru’ah, sebenarnya adalah pilihan-pilihan individu untuk menilai dirinya sendiri. Walaupun kiai-kiai NU tidak mengharamkan orang menari marawis contohnya, tetapi kita saksikan kiai-kiai muktabar di NU tidak ada yang melantai ikut menari bersama yang lainnya.

Tentu tidak semua habib Ba’alwi senang menari, tetapi yang tampak di media sosial, mereka yang dianggap sebagai ulama, imam besar, bahkan yang dianggap walipun pun ikut melantai. Tentu ini berarti standar muru’ah mereka memang seperti itu. Kiai-kiai musholla di kampung, terutama di kampung penulis, penulis lihat lebih tinggi muru’ahnya khusus dalam hal menari ini dibandingkan kalangan yang dianggap wali dari kalangan habib Ba’alwi.

Penulis Imaduddin Utsman Al-Bantani

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah NabiegalitergenetikaGus Fahrurhabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsukemanusiaankesetaraanketua PBNUKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadPBNUpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsaksi nikahsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahyawali nikah
ShareTweetShare
Previous Post

Debat DNA Padasuka TV: Dr. Sugeng Sugiharto

Next Post

Hanya Habaib Yang Berbeda

Related Posts

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
180

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

8 April 2026
78

Sinopsis Kitab Manāhij at-Tajdīd fī Naqd ar-Riwāyah fī al-Ḥadīth wa at-Tafsīr wa at-Tārīkh wa al-Ansāb Karya Syaikh Imaduddin Ustman al-Bantani

5 April 2026
98

Dari Perjalanan Menuju Ilmu, Menyerap Wasiat Seorang Guru (Sinopsis Kitab Al-Aqwal al-Munirah karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani)

5 April 2026
55

Indonesian Fiqh Experts of Majma’ Fuqaha Jawa Declare Baalwi Lineage Invalid on Sharia, Historical, and Genetic Grounds

3 Februari 2026
110

الاستفادة من الحمض النووي لنفي نسب الدخلاء على نسب النبي صلى الله عليه وسلم واجبة شرعا: رد الشيخ عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي على بعض قرارات مجلس المجمع الفقهي الاسلامي بمكة المكرمة بشأن البصمة الوراثية

12 Januari 2026
167

Tokoh-Tokoh Fiktif Yang Disebut Dalam Sejarah Hadramaut

11 Desember 2025
495

اَلشَّخْصِيَّاتُ الوَهْمِيَّةُ المذكورة في تاريخ حضرموت

10 Desember 2025
248

Kitab Al-Manhajussawi Karya Ba’Alwi dan Kutipan Palsu: Pelajaran Untuk Gus Ajir Ubaidillah

28 November 2025
1.1k

Imaduddin Utsman Al-Bantani Membongkar Kepalsuan Nasab Ba’alwi

17 September 2025
391
Next Post

Hanya Habaib Yang Berbeda

Paling Banyak Dilihat

Sains

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

by Admin
24 Mei 2026
79

Klan Ba’alwi, sebuah komunitas yang berasal dari wilayah Hadramaut, Yaman, secara historis mengklaim garis keturunan paternal (patrilineal) mereka bermuara pada...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Hasil Tes Y-Dna Klan Ba’alwi Hadramaut: Konklusif Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

Haji Habib bin Buja’, Pewaqaf di Makkah, Asli Keturunan Negeri Aceh Bukan Ba’Alwi

Isi Pernyataan Sikap Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Bonang

Ditemukan Bukti Baru: Kasus Dugaan Perusakan Cagar Budaya Makam Sunan Bonang Dibuka Lagi

Studi Genomik mengenai Asal-usul Etnis Bangsa Arab dan Populasi Dunia Berdasarkan Asam Deoksiribonukleat (DNA)

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25