• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Mengaku “Buya”, Bela Ba’Alwi, Takut Ditantang Diskusi

by Admin
11 Mei 2024
in Berita, KH Imaduddin al Bantani, Kitab, Manuskrip, Pesantren, Pustaka, Santri, Sejarah, Ulama
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Seorang Kiai yang tinggal di Sumedang yang dikenal sebagai pendukung Anis Baswedan dan murid para Ba’alwi, Kiai Muhyiddin, dalam sebuah video yang beredar nampak berpidato berapi-api sambil sesekali memukulkan tongkatnya ke tiang bangunan sebuah makam. Dalam pidatonya, kiai tersebut menyatakan ia wajib membela Ba’alwi yang nasabnya penulis batalkan. Ia mengatakan:

“Buya wajib melawan, wajib melawan, kumaha cara buya melaanana, kieu kasararea terutama ka turunan Kangjeng Syarif Hidayatullah, lamun urang percaya, karuhun urang teh wali, karuhun urang teh ulama, kapercaya elmuna, kapercaya karomahna, kapercaya riwayatna, anu aranjeunana mengakui yen Ba’alwi teh adalah keturunan Kangjeng Nabi Muhammad SAW, maka Buya ngajak kasararea, tong percaya kanu kakarak nengtet….” Ujarnya sambil berapi-api.

Anehnya, dalam usaha mempengaruhi jama’ahnya untuk percaya nasab para gurunya itu, ia tidak menyajikan sedikitpun dalil-dalil tentang sahihnya nasab Ba’alwi. malah ia hanya bertameng dengan para kiai-kiai Nusantara semacam ulama Banten, Syekh Nawawi al Bantani. Padahal sebagaimana kita ketahui, Syekh Nawawi al Bantani tidak sekalipun dalam kitabnya pernah mensahihkan nasab Ba’alwi.

Penulis penasaran dengan sosok kiai Sumedang yang selalu memanggil dirinya “buya” itu. Panggilan “buya”, bagi penulis yang tinggal di Banten, adalah panggilan masyarakat yang disematkan untuk kiai alim dan wara’ semacam Buya Muhtadi. Itupun bukan beliau yang memperkenalkan diri sebagai “buya”, masyarakatlah yang memanggil Buya Muhtadi sebagai “buya”.

Baca Juga

Salah Satu Ulama Khos Banten, K.H. Junaidi bin Tsamar Meninggal Dunia

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Karena penasaran itulah penulis meminta kepada sahabat penulis yang sekaligus sekretaris penulis di RMI Banten, Kang Didin Syahbuddin, untuk menghubungi Kiai Muhyiddin tersebut untuk mengajaknya berdiskusi tentang nasab Ba’alwi yang terputus itu. Penulis ingin mengetahui: apa sih kira-kira dalil yang kiai itu punyai untuk mensahihkan nasab Ba’alwi.

Setelah dihubungi buya dengan tanda kutip itu menjawab melalui voice note dalam bahasa Sunda:

“…teu periyogi buyamah diskusi-diskusi teu periyogi, ari buyamah seratus persen percaya bahwa para habaib Ba Alwi eta dzuriah Rasul…” (“..tidak perlu buyamah diskusi-diskusi, tidak perlu, kalau buyamah percaya bahwa habaib Ba Alwi itu dzuriah Rasul…”)

Begitulah sepenggal jawaban kiai Sumedang itu ketika diajak diskusi. Dari situ, para mukibin Ba’alwi jangan terlalu berharap bahwa ketika ada orang mengaku sebagai “buya” membela nasab Ba’alwi, lalu dipercaya bahwa pembelaan itu berdasarkan dalil yang dapat dipertanggungjawabkan. Dari ilmu tasawuf saja kita bisa menakar, orang-orang yang merasa alim, lalu menyebut dirinya dengan gelar-gelar keagamaan yang menunjukan pangkatnya lebih tinggi dari ulama lainnya, nilainya seperti apa. Penulis bukan dalam rangka merendahkan seseorang, tetapi agar masyarakat mengerti dan memahami, bahwa zaman ini, banyak para pendongeng yang mengaku sebagai ulama lalu menggunakan pengakuan itu untuk membodohi masyarakat. Dan perlu kiai itu ketahui, bahwa jama’ah nya dari Sumedang itu merupakan bagian dari saudara-saudara penulis sendiri, maka sudah seyogyanya penulis memiliki kepedulian terhadap pidatonya tersebut.

Penulis: Imaduddin Utsman Al Bantani

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabiegalitergenetikahabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsukemanusiaankesetaraanKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Kedunguan Makin Nampak Jika Membendung Tesis Kyai Imadudin.

Next Post

Menerima Nasab Ba’alwy Sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW, Akan Berimplikasi Tidak Benarnya Ajaran Islam Secara Ilmiah

Related Posts

Salah Satu Ulama Khos Banten, K.H. Junaidi bin Tsamar Meninggal Dunia

17 Agustus 2026
11

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

1 Agustus 2026
330

Telah Terbit Buku Kiai Imad 1000 Halaman Lebih: Sejarah Runtuhnya Nasab Baalwi di Indonesia

29 Juli 2026
331

Tablig Akbar PWI-LS di Pemalang Dipadati Puluhan Ribu Jemaah, Rhoma Irama Serukan Pentingnya Meluruskan Sejarah

29 Juli 2026
73

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

28 Juli 2026
41

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

23 Juli 2026
32

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

21 Juli 2026
161

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
296

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
193

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

24 Juni 2026
565
Next Post

Menerima Nasab Ba'alwy Sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW, Akan Berimplikasi Tidak Benarnya Ajaran Islam Secara Ilmiah

Paling Banyak Dilihat

Opini

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

by Admin
17 Agustus 2026
20

​Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar ke-35 memperlihatkan pergeseran peta kekuatan yang amat dinamis. Di balik layar, pertarungan tidak...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

Salah Satu Ulama Khos Banten, K.H. Junaidi bin Tsamar Meninggal Dunia

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.7k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.6k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25