• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Berita

Tinjauan Nasab: Kitab, Sejarah, Genetika Dan Dampak “Goblokrasi”

by Admin
29 Mei 2024
in Berita
7 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

“Ada 3 manusia yang takut pada sesuatu yang berasal dari tubuhnya sendiri :
1. Maling dengan sidik jarinya
2. Pemerkosa dengan spermanya
3. Habib dengan DNA-nya !”

(Dr. Sugeng Sugiharto)

LOGIKA NASAB

Secara sederhana untuk membatalkan Nasab Klan Habaib Ba’alwi Yaman ini sangat mudah :

  1. Ditinjau dari Kitab Nasab

Nasab Keluarga dan Keturunan Nabi begitu dimuliakan di dalam ajaran Islam. Karena sangat banyak nash dan dalil yang mendukung kemuliaannya. Merupakan kewajiban setiap muslim untuk memverifikasi pengakuan dari setiap orang yang bersambung dengannya. Karena pengakuan yang batil akan mencoreng nama Nabi itu sendiri. Bayangkan saja ada putra Ulama lalu mencabuli putri tetangganya, tentu baik bapaknya maupun otoritas keulamaannya akan ikut tercoreng juga pada akhirnya. Apalagi mengaku-ngaku keturunan orang lain, sangat jelas hukumnya haram dan seolah telah mengkavling tempatnya di neraka Jahannam. Terlebih ini mengaku keturunan mulia dari Nabi SAW. Karena itulah keturunan Nabi dicatat oleh para ulama dalam kitab-kitab nasab. Mereka saling terkonfirmasi dan saling berkesinambungan di dalam pendataan. Dzurriyah Nabi SAW memiliki lembaga pencatatan di tiap kabilah dan di setiap tempat yang dinamakan Naqib yang mengepalai sebuah Naqobah. Apabila nasab Ba’alwi tidak tercatat di Naqobah manapun dan tidak tercatat di Kitab Nasab yang diakui para Naqib bahkan terputus selama 550 tahun lamanya. Maka tidak perlu yang berbicara seorang Naqib atau Mufti Yaman. Logika akal sehat seorang awam saja sudah cukup untuk meragukan kebenaran nasab mereka.

(https://qbadindo.com/2023/02/13/mengungkap-kemungkinan-siapa-sesungguhnya-datuk-baalawi-yang-hijrah-ke-yaman-ditinjau-dari-kajian-semejarah-genetika-dan-kitab-nasab/)

Baca Juga

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

  1. Ditinjau dari Sejarah

Rasanya tidak perlu menghadirkan seorang profesor sejarah, seorang anak yang baru belajar sejarah saja sudah faham. Bahwa sebuah kesaksian itu paling kuat adalah menghadirkan data Primer. Yaitu data sejaman, yang itu bisa dari data internal dan syukur bila diperkuat oleh data eksternal. Nah, klaim Nasab Habaib Ba’alwi ini baru muncul 550 tahun sejak masa Sayyid Ahmad bin Isa yang diklaim sebagai datuknya. Dimana beliau ‘konon’ hijrah dari Basrah-Iraq ke Yaman dan dimakamkan di Husaisah Hadramaut Yaman. Ada beberapa poin yang layak menjadi dasar untuk meragukan :

  1. Poin Pertama

Kekosongan data PRIMER, yang ada hanya data SEKUNDER yang muncul  5,5 abad kemudian. Ingat, 550 tahun ini bukan waktu yang pendek !

  1. Poin Kedua

Data sekunder tersebut sifatnya internal atau pengakuan sepihak dari Klan Ba’alwi sendiri. Dan apabila ada data eksternal pun itu hanya dugaan dari orang lain yang kapasitasnya bukan dari Naqib atau ahli nasab.

  1. Poin Ketiga

Patut dipertanyakan apakah ada kesaksian dari keturunan 3 putra Sayyid Ahmad bin Isa yang lain (Muhammad, Ali dan Husein) terkait hijrahnya Sayyid Ahmad bin Isa ke Yaman dan memiliki seorang anak ke-4 yang ikut hijrah bernama Ubaidillah. Karena Ubaidillah yang ikut hijrah ini sudah dewasa, harusnya semua saudaranya tahu serta dicatat ahli nasab. Mengapa kesaksian dari 3 putra ini penting? Karena merekalah yang tercatat di kitab-kitab Nasab secara kuat. Apabila tidak ada kesaksian diatas maka jelas Hijrahnya Sayyid Ahmad bin Isa dan sosok Ubaidillah adalah fiktif belaka.

  1. Poin Keempat

Ketika ditinjau kesaksian internal Ba’alwi terkait makam Sayyid Ahmad bin Isa, ternyata juga sangat diragukan kebenarannya. Karena makam itu baru ditemukan di Abad 10 H berdasarkan takwil mimpi. Sungguh menggelikan apabila klaim sejarah hanya dibangun dari ilusi dan mimpi semata.

  1. Poin Kelima

Datuk-datuk Ba’alwi disebutkan sebagai seorang Imam dan Wali-Wali Quthub besar di jamannya. Tentunya harus terkonfirmasi oleh dunia Islam di jaman itu terkait kebesaran nama dan karyanya. Namun nyatanya cerita itu bak dongengan yang hanya muncul secara sepihak di lingkungan mereka saja. Seperti Al Faqih Muqoddam yang maqomnya melebihi Waliyullah Legendaris Syekh Abdul Qadir al-Jilani, dimana dia mampu bermi’raj ke langit 70x melebihi Nabi SAW, hingga ontanya hafal jalan-jalan di langit. Dan cerita semacam ini begitu mudah ditemukan di setiap manaqib datuk mereka maupun di majelis ceramahnya demi untuk meyakinkan orang agar percaya serta takut mempertanyakan keabsahan nasab mereka. Penulis menilai ini sebuah modus dengan teknik “Manajemen Ketakutan bagi sebuah Doktrin Penyesatan”.

Semuanya bisa dilihat di dalam tulisan :

Mengungkap Kemungkinan Siapa Sesungguhnya Datuk Ba’alawi yang Hijrah ke Yaman Ditinjau Dari Kajian Sejarah, Genetika dan Kitab Nasab
  1. Ditinjau dari Kajian Genetika

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi sekarang ini, begitu mudahnya mengkonfirmasi sesuatu. Beda dengan jaman dahulu dimana jangankan untuk bertanya Nasab Nabi kepada para Naqib tiap negara, sedangkan untuk berangkat haji saja begitu sulit karena diawasi Penjajah Belanda. Di jaman sekarang komunikasi begitu terbuka dan pendataan juga tercatat dengan lebih baik. Termasuk juga mengetahui garis keturunan dengan Uji Genetika, yaitu TES DNA. Begitu banyak keluarga Nabi yang terdata kuat dan berkesinambungan telah test DNA. Untuk kemudian dikomparasi dengan Keluarga Kerajaan Saudi dan Uni Emirat yang terdata keturunan Nabi Ismail atau dari Bani Adnan. Dikomparasi pula dengan keturunan kabilah-kabilah Arab yang terkonfirmasi sebagai Suku Qurays, dan yang pasti telah dikomparasikan dengan Keluarga Keturunan Nabi Ibrahim lainnya dari jalur Nabi Ishaq atau keturunan Paternal Kaum Yahudi (ingat ya, ini keturunan Paternal, bukan Maternal, apalagi Yahudi Khazar, jangan disesatkan macam-macam !). Maka diperoleh data kuat bahwa Keturunan Nabi Ibrahim garis lurus laki-laki harus berhaplogroup J1, dan telah diketahui kode masing-masing kabilah tersebut. Khusus bagi keturunan Imam Husein bin Ali adalah J1-FGC10500-30416, dimana para Habaib Ba’alwi Yaman ini mengaku keturunannya.

Lalu bagaimana dengan keluarga HABAIB BA’ALWI YAMAN ini? Para pakar Genetik Internasional yang tergabung di dalam ISOGG, telah mengkonfirmasi bahwa mereka malah berhaplogroup G-M406-PF3296. Artinya jangankan mengaku keturunan Nabi Ibrahim, malah orang Arab saja bukan !!!

Selengkapnya bisa dibaca tulisan ini, tentang keluarga besar Ba’alwi secara Y-DNA :

https://qbadindo.com/2023/01/29/tokoh-tokoh-besar-berhaplogroup-y-dna-g2-selain-ba-alawi-yaman-dalam-sejarah

PENYESATAN NASAB

Setelah membaca semua uraian singkat dan logis diatas, ternyata untuk menipu para pengikut dan masyarakat awam, mereka Kaum NUN (Nasab Untuk Nasib) ini memiliki beberapa modus :

  1. Membangun narasi bahwa nasab mereka adalah yang paling kuat dan tercatat paling rapi. Sehingga semua keturunan Nabi harus minta pengesahan dari mereka. Seolah menjadi eksekutor nasab orang lain. (Mana ada ceritanya Nasab Nabi kok diputuskan di sebuah Kantor Ormas lokal di Jakarta?)
  2. Mengarang dongeng terkait kehebatan datuk mereka dengan segala karomahnya yang bombastis. Teknik ini untuk mematikan logika akal sehat, sehingga orang lain takut untuk bersikap kritis.
  3. Mencampur-adukkan antara kealiman seseorang, ketinggian derajad maqom kewalian dengan urusan NASAB NABI. Sehingga datuk mereka yang diglorifikasi sebagai para Imam dan Wali tersebut adalah pantas bila jadi Cucu Nabi. (Kalau logika ini yang dipakai, maka seluruh Imam Hadits dan Imam Madzhab, termasuk Imam Ghozali, Uwais Al Qarni, Ibnu Al Arobi, Syekh Jalaluddin Rumi dan semua orang alim dan para wali yang bukan Dzurriyah Nabi namun lebih masyhur dari semua datuknya BA’ALWI harus jadi Cucu Nabi pula ?!?)
  4. Teknik Berdagang yang paling cerdik adalah mendompleng produk yang sudah terkenal. Sehingga Walisongo yang legendaris penyebar Islam di Nusantara juga diakuinya pula sebagai bagian dari mereka. Tidak cukup itu, Raja-Sultan Nusantara serta banyak Pahlawan Nasional juga diakui bagian dari mereka. Dan ini persoalan serius yang harus diberantas secepatnya bila tidak ingin sejarah kita dibelokkan oleh para Imigran sesat ini !!!
  5. Membuat banyak Majelis Pengajian dan Sholawatan yang sejatinya hanyalah jualan nasab. Karena mayoritas pengajiannya selalu diakhiri doktrin kemuliaan nasab mereka. Ini teknik mengulang kebohongan agar lama-lama diakui sebagai sebuah kebenaran. Kaum NUN yang membikin MAJNUN (Majelis Nasab Untuk Nasib) !
  1. Metode intimidasi untuk kooptasi. Agar orang percaya keaslian nasab mereka, maka diancam melalui sejumlah intimidasi dengan urutan yang sistematis :
  2. Kemuliaan Nabi sebagai Kekasih Allah yang harus dicintai.
  3. Setelah Nabi tiada yang paling mulia kecuali keluarga dan keturunan Nabi.
  4. Tidak diterima mengaku mencintai Nabi tapi tidak mencintai keturunannya.
  5. Keturunan Nabi adalah manusia mulia yang menjadi kunci surga dan tidak akan dijilat oleh api neraka. Makanya mereka bergelar HABIB. Padahal ini gelar jahat sesuai firman Allah pada QS Al Maidah ayat 18 dan Al Jumu’ah ayat 6 tentang gelar HABIB.
  6. Tidak mencintai Keturunan Nabi berarti harus siap mati kafir dan masuk neraka, karena tidak berhak mendapat syafaat Nabi.
  7. Keturunan Nabi sejahat dan sehina apapun tetap mulia karena membawa darah Nabi. Lebih mulia dari orang awam walau dia alim dan waliyullah sekalipun. Ini jelas RASIS.
  8. Untuk mempertegas kerasisannya, ditambah lagi dengan mengarang hukum kafaah / kesetaraan dalam pernikahan, bahkan sampai dihukumi Zina bila putri-putri mereka dikasih diluar golongan mereka.
  9. Suka memeras dan menjual nasab demi kepentingan ekonomis mereka. Baik itu menjual barang remeh dengan harga mahal, ataupun menjarah aset orang lain melalui berbagai taktik dengan dalih sebagai bukti kecintaan kepada Cucu Nabi. Sebagai iming-iming dijanjikan akan diganti oleh Allah dengan berlipat ganda serta syafaat Nabi di akhirat.

Dan masih banyak lagi “NARASI SAMPAH YANG BERSIFAT PEMBODOHAN” lainnya. Suatu Pembodohan yang sejatinya adalah merendahkan dan melecehkan kesucian dari Nabi SAW itu sendiri.

KESIMPULAN

Melihat semua uraian tentang BATILNYA NASAB mereka yang mengaku sebagai keturunan Nabi SAW dengan segala teknik manipulatif yang bertentangan dengan rasa keadilan dan logika akal sehat. Adalah sungguh memprihatinkan ketika masih banyak orang yang meyakini dan menelan mentah-mentah semua bualan sampah tersebut. Kaum Penipu yang terus melanjutkan penipuannya, sejatinya sedang menggali lubang kehancuran dan kehinaannya sendiri. Apalagi mereka sangat aktif di berbagai narasi merendahkan pribumi dan menghina simbol-simbol kebangsaanya. Maka Penulis memberi kesimpulan bahwa mereka itu sebenarnya “anti DEMOKRASI PANCASILA” yang ber-Bhinneka Tunggal Ika yang selalu bertumpu kepada nilai-nilai Kemanusiaan dan Kesetaraan.

Sejatinya mereka sedang membangun GOBLOGKRASI, yang artinya Dari Orang Goblog, Oleh Orang Goblog dan Untuk Orang Goblog !

Mari kita selamatkan Nusantara dari GERAKAN YANG BERSIFAT PEMBODOHAN!

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Rahayu Nusantaraku !

(KRAT. FAQIH WIRAHADININGRAT / 29 Mei 2024)

ShareTweetShare
Previous Post

Ba ‘Alwi Takutlah Kepada Allah, Jangan Kepada Tes DNA

Next Post

فكرة الشيخ أحمد صديق الجمبري في الأخوة النهضية

Related Posts

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

24 Oktober 2026
26

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

23 Oktober 2026
54

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

22 Oktober 2026
92

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

19 Oktober 2026
79

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

19 Oktober 2026
49

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

18 Oktober 2026
21

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
396

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

RMI PWNU BANTEN DORONG SINERGI PEMBERDAYAAN PESANTREN, SAMBUT POSITIF RENCANA PERGUB BANTEN

9 Oktober 2026
52

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

8 Oktober 2026
132
Next Post

فكرة الشيخ أحمد صديق الجمبري في الأخوة النهضية

Paling Banyak Dilihat

Sejarah

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

by Admin
24 Oktober 2026
12

Oleh: Hamdan Suhaemi Belakangan Hari Santri Nasional begitu gegap gempita diperingati di setiap tanggal 22 Oktober di seluruh pesantren-pesantren di...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25