• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Ingat Imlek Dan Ingat Gus Dur

Gus Dur berada di garda terdepan membela kaum minoritas yang tertindas. dari pembelaannya terhadap demokrasi tak heran ketika beliau terpilih sebagai presiden RI ke-4 beliau mencabut kepres-kepres yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dan berbau diskriminatif. Dari kepres tersebut, Gus Dur mencabut kepres larangan perayaan imlek dan segala atribut yang menyertai simbol Tionghoa.

by Admin
1 Februari 2022
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Warisan agung bumi pertiwi nusantara tidak hanya alam nan indah serta subur makmur tananya, namun lahirnya manusia-manusia bijak bestari sejak dahulu kala. Dari sekian banyak itu sebut saja Empu Tantular penggagas kebhinnekaan.

Konsep kebhinekaan telah dikenal jauh ratusan tahun, sebelum orang Amerika mengenal konsep pluralis ala Jhon Hick yang oleh kelompok Islamis dianggap “nabi” kaum pluralis.

Dari generasi Empu Tantular lompat ratusan tahun berikutnya bumi pertiwi melahirkan manusia sang pendobrak sesuai nama kecilnya yaitu “adhakhil” yang kelak setelah dewasa populer sebagai Gus Dur melebihi kepopulerannya sebagai Presiden RI ke-4.

Gus Dur merupakan penomena seumpama keajaiban alam. Ini diluar nalar akal sehat karena saat beliau wafat semua tokoh agama yang ada di nusantara ikut mendoakan tanpa ada yang mengkomandoi semua berjalan alami penuh ketulusan. Bahkan hingga kini diarea pusaranya dilantunkan doa-doa ketulusan oleh ragam ideologi keyakinan yang menziarahinya.

Gus Dur yang dianggap khowariqul adat atau ‘wali’ dalam tradisi sufism memiliki magnet tersendiri dari kalangan ulama hingga rakyat jelata. Oleh cendekiawan lokal hingga mancanegara.

Baca Juga

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

Gus Dur yang memiliki trah darah biru tokoh pergerakan nasional sekaligus cucu ulama besar pendiri Nadlatul Ulama. Memiliki keunikan tersendiri, umumnya sepulang dari Timur Tengah tampil kemuka sebagai Kiai yang mengajar disiplin keilmuan agama.

Namun tidak demikian dengan Gus Dur. Gus Dur malah mengkampanyekan demokrasi ke publik nusantara dengan wadah “Prodem” bersama Marsilam Simanjuntak. Bagi Gus Dur hanya dengan demokrasilah nilai-nilai luhur agama bisa diejawantahkan alias membumi di bumi nusantara.

Dari kegigihan memperjuangkan demokrasi ini Gus Dur berada di garda terdepan membela kaum minoritas yang tertindas. dari pembelaannya terhadap demokrasi tak heran ketika beliau terpilih sebagai presiden RI ke-4 beliau mencabut kepres-kepres yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dan berbau diskriminatif. Dari kepres tersebut, Gus Dur mencabut kepres larangan perayaan imlek dan segala atribut yang menyertai simbol Tionghoa. Imbas pencabutan kepres larangan imlek tersebut, warga Tionghoa bisa merayakan imlek dengan leluasa.

Aa Bass
Koordinator Kajian tradisi dan pendidikan PW RMI Banten.

Editor: Kang Diens

ShareTweetShare
Previous Post

Ngalap Barokah

Next Post

Harapan Baru Menuju Abad Kedua NU

Related Posts

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

25 Agustus 2026
13

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

19 Agustus 2026
54

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

17 Agustus 2026
54

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

13 Agustus 2026
89

Tantangan Muktamar NU ke-35: Masukan dan Harapan Untuk Ketua PWNU dan PCNU

12 Agustus 2026
46

Kitab Kiai Imad, Qami’ al-Masawi, Jawab Tuntas Kitab Mbah Ryan Kudus Yang Bela Ba’alwi, Al-Khulashah al-Nafisah

2 Agustus 2026
353

Kesadaran Merata Pribumi atas Eksistensi Habaib di Indonesia

2 Agustus 2026
83

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
94

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
176

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
318
Next Post

Harapan Baru Menuju Abad Kedua NU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

Gubernur Andra Soni Lepas Rombongan PWNU Banten ke Muktamar NU ke-35 di Jombang

by Admin
25 Agustus 2026
101

Serang, 25 Agustus 2026 — Gubernur Banten Andra Soni melepas rombongan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten yang akan menghadiri...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Gubernur Andra Soni Lepas Rombongan PWNU Banten ke Muktamar NU ke-35 di Jombang

Istana dan Bisyarah: Dinamika Kepemimpinan K.H. Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Jelang Muktamar Ke-35

Maa Adrakamal Ulama: Menjaga Kualitas “Nisbat” Kiai dan Pengurus di Tengah Zaman Fitnah[1]

GUS KIKIN MONCER, PROF NAZAR TERJEGAL GERAKAN PENGARUS-UTAMAAN SANAD LOKAL

Salah Satu Ulama Khos Banten, K.H. Junaidi bin Tsamar Meninggal Dunia

Problem Linguistik Gelar Habib dan Tawaran Solusinya

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.7k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.6k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25