• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Membaca Teks Klasik

Menurut Martin Van Bruinessen, kitab kuning sebagai kitab klasik yang ditulis sudah berabad-abad yang lalu menggunakan bahasa arab, dan sering digunakan untuk buku pedoman di pesantren-pesantren

by Admin
5 Juni 2022
in Opini, Pesantren
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Hamdan Suhaemi

Santri, di Indonesia biasa akrab dengan kitab kuning dari dulu hingga sekarang. Kitab kuning jadi acuan dalam mengkaji ilmu-ilmu agama Islam. Begitupun setelah tidak mesantren, kitab yang dibawa dari pesantren masih biasa ditelaah dan dikaji ulang. Menjadi hal yang biasa dilakukan oleh para kiai alumni pesantren dengan telaten, lebih cermat memahami isi dan maksud tertulis dari kitab kuning tersebut. Ada yang memang diperoleh dari kiai yang jadi gurunya, kemudian kita sebut menuntut ilmu melalui sanad guru langsung. Ada pula yang mendalami Kitab-kitab kuning dari pelbagai bidang ilmu, tanpa harus lewat tuntunan dan penjelasan gurunya. Ini yang kemudian kita sebut merambah wawasan, mendalami pokok bahasan, mempertajam pemahaman, sekaligus membedah persoalan.

Menurut Azyumardi Azra (2002) mengartikan bahwa kitab kuning adalah kitab yang dulunya ditulis atau dicetak di atas kertas berwarna kekuning-kuningan. Berbeda dengan pendapat Imam Bawani (1990) yang mengartikan kitab kuning sebagai kitab gundul. Dikatakan gundul karena tidak memiliki harakat seperti halnya al-Quran yang ada tanda baca seperti fathah, kasrah, dhammah dan sukun. Sehingga kalimat per kalimat dapat dipahami secara menyeluruh. Imam Bawani juga menyebutkan bahwa kitab kuning disebut-sebut sebagai kitab warisan abad pertengahan Islam, dan banyak digunakan di pesantren-pesantren.

Sementara menurut Martin Van Bruinessen, kitab kuning sebagai kitab klasik yang ditulis sudah berabad-abad yang lalu menggunakan bahasa arab, dan sering digunakan untuk buku pedoman di pesantren-pesantren. Sedangkan Masdar F. Mas’udi mendefinisikan pengertian kitab kuning sebagai pandangan hidup ulama. Disebutkan bahwa kitab kuning mengalami terminologi. Setidaknya ada tiga terminologi sebagai berikut. Kitab yang ditulis oleh ulama klasik Islam secara berkelanjutan seperti tafsir al-Khozin, ibn Katsir, shahih Bukhari dan shahih Muslim. Ada pula kitab kuning yang ditulis oleh ulama Nusantara yang ditulis secara independen. Yang mempelopori tersebut antara lain Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani, Syaikh Khatib al-Minangkabawi, Syaikh Abu Bakar Syatha, Syaikh Mahfudz Termas, dan ulama-ulama Nusantara lainnya yang ratusan jumlahnya.

Baca Juga

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Kitab kuning yang dibuat sejak zaman klasik adalah bentangan sakralisasi tradisi menuju profinasi. Isi kitab kuning memang bermacam-macam, ada yang berisi tentang fiqih, aqidah akhlaq, tasawuf, hadis dan tafsir. Bahkan banyak pula kitab kuning yang mempelajari ilmu kalam (teologi) hingga filsafat.

Dalam Undang-Undang No. 18 tahun 2019 tentang Pesantren bahwa kitab kuning adalah kitab keislaman berbahasa Arab atau kitab keislaman berbahasa lainnya yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren, eksistensi kitab kuning sudah ada sejak abad 1-2 Hijriyah yang kemudian berkembang hingga sekarang. Tradisi literasi keislaman ini mampu tetap bertahan sebab ia memiliki khazanah keilmuan yang sangat luas.

Muhammad Khoeron ( 2022 ) mengatakan bahwa selama ini kitab kuning berkaitan erat dengan pendidikan pesantren karena pesantren merupakan pendidikan keislaman yang di situ harus ada sumber dan rujukan yang otoritatif, yaitu al-Qur’an dan Hadis. Sumber otoritatif ini kemudian dielaborasi lagi secara lebih dalam, luas, dan spesifik, sehingga menghasilkan karya yang disebut kitab kuning. Dengan kata lain, kitab kuning juga bisa disebut hasil karya dari ijtihad para ulama dalam berbagai macam bidang keilmuan.

Menjadi tanggung jawab moral bagi kalangan santri sekaligus tanggungjawab intelektual untuk terus mengkaji, mendalami, menterjemahkan lewat praktis, dan terus membawanya menuju transformasi perubahan zaman. Tanggung jawab al-Mukhofadhoh ( merawat ), tanggung jawab al-Akhdzu ( mengembangkan ) dan al-Ishlah ( mentransformasikan ) di setiap medan zaman. Ini yang kemudian disebut trilogi perjuangan kalangan santri hingga akhir nanti yang terus berkesinambungan.

Lawang Seketeng, 4-6-2022
Wakil Ketua PW GP Ansor Banten
Ketua PW Rijalul Ansor Banten
Sekretaris Hubungan Antar Umat Beragama MUI Provinsi Banten
Pencinta Sejarah
Santri biasa

ShareTweetShare
Previous Post

Dalailu al-Ihtifali ala Maulidi Rasulillah S.A.W

Next Post

Adab Dalam Dzikir

Related Posts

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

18 Juni 2026
45

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
91

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
81

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
167

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
34

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
89

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
135

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
66

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
286

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
248
Next Post

Adab Dalam Dzikir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

by Admin
18 Juni 2026
45

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang) Pemilihan judul pengantar ini, saya merasakan memikul...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25