• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Kedunguan Makin Nampak Jika Membendung Tesis Kyai Imadudin.

by Admin
9 Mei 2024
in KH Imaduddin al Bantani, Opini, Pustaka
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

لاجل الجهال كثر الخلاف بين الناس.ولو سكت من لايدري لقل الخلاف بين الخلق

“Akibat orang-orang dungulah banyak terjadi kegaduhan diantara manusia, seandainya orang-orang bodoh dapat menahan diri berhenti ngomong niscaya berkuranglah kegaduhan diantara sesama” (kitab faishilat tafriqoh baynal Islam walzindiqoh, imam Alghozali)

Terjadi kegaduhan terkait nasab bukan faktor tesis kyai Imadudin yang menyoal ketersambungan nasab balawi ke Rasulullah, karena tesis kyai Imad dipicu oleh ucapan-ucapan dzuriyah ba’lawi yang mengklaim dirinya sebagai dzuriyah Rosulullah SAW dengan menafikan dzuriyah Walisongo. Akan tetapi kegaduhan yang terjadi dalam diskursus nasab ini karena bermunculan orang-orang yang menutup mata dan hatinya terhadap kasus-kasus yang terjadi puluhan tahun kebelakang sebelum polemik nasab ini mencuat, bayangkan saja diera digital yang setiap orang bebas mengakses informasi tidak lagi ada batasan siapa dan dari mana seseorang bisa berbicara padahal ia tidak memahami sebenarnya apa yang terjadi dan apa yang sedang dipermasalahkan.

Munculnya tanggapan kontra terhadap kajian nasab ini, lucunya pihak yang paling keukeuh membela nasab justru dari para santri dan kyai yang disebut pecinta habib (Muhibbin). Memang sangat aneh bukan keluarga, bukan guru bahkan gurunya saja dari mulai belajar huruf Hijaiyah berani dilawan cuma karena tidak sejalan dengan habib, sangat luar biasa pengaruh doktrin yang sudah bercokol di otak dan pikiran masyarakat Indonesia cuma gegara doktrin ba’lawi yang mengaku-ngaku sebagai dzuriyah Rasulullah dan wajib mendapatkan penghormatan dari pribumi.

Kemunculan geger nasab seharusnya di reportase, ini akibat dari prilaku yang dapat memecah belah persatuan umat Islam Indonesia, karena keretakan persatuan bangsa ini dipicu dari agama yang ditarik-tarik kedalam ranah politik demi untuk meraih kekuasaan.

Jualan surga, neraka, kafir, munafik yang sering menghiasi perdebatan dan statemen di media semua itu akibat doktrin-doktrin yang disampaikan oleh oknum habib.

Secara pribadi awalnya saya masih menduga-duga, bahwa mencuatnya doktrin sesat yang hampir-hampir membuat anak bangsa terbelah akibat seorang oknum habib yang selalu membangun narasi kebencian kepada umat terhadap pihak-pihak yang berbeda pemikiran, ternyata dugaan awal saya yang masih seputar oknum melebar menjadi ajaran yang sudah turun-temurun dari orang-orang tua mereka para habib yang mengajarkan doktrin kalau mereka sebagai dzuriyah Rasul yang wajib dihormati dan bisa memberi syafaat kepada siapapun yang mencintai mereka.

Namun semua ceramah yang isinya doktrin-doktrin ingin dimuliakan, saat ini mulai banyak perlawanan dari masyarakat Muslim Nusantara, perlawanan umat Islam Nusantara bukan karena tesis kyai Imadudin atau karena ada unsur kebencian kepada para habaib, tapi semua itu karena dilatarbelakangi prilaku kaum habib yang banyak membuat masyarakat pribumi muak karena ucapan yang semena-mena.

Adapun tesis kyai Imadudin hanyalah pintu masuk untuk membendung setiap kecongkakan dan kesombongan yang sudah kelewat batas, sebut saja Bahar Smith dan Rizik Shihab kedua oknum habib ini belakangan yang sering membuat pernyataan kontroversi dan puncaknya ketika terjadi kasus Pilkada Jakarta, setiap melihat YouTube, mendengan ceramah di panggung dan kegiatan sapari dakwah beliau selalu dihiasi oleh caci maki terhadap pemerintah, membangun narasi kebencian terhadap kyai-kyai NU dan siapapun yang berbeda mereka selalu membuat ulah yang membuat masyarakat gusar.

Bagi para Muhibbin yang notabene bukan habib, bukan cucu ubaidillah, bukan murid habib yg belajar huruf Hijaiyah, bahkan bukan pula menantu dari habib. Apa karena takut kwalat, takut tidak dapat syafaat Rosulullah, atau takut salah penilaian” jika menolak ternyata habib benar sebagai dzuriyah Rasul”? wah bisa berabe dan tidak lagi dipandang oleh Rasulullah di akhirat nanti jika berseberangan dengan ba’lawi!.

Kenapa kyai Imadudin membuat tesis tentang habib yang nasabnya tidak terkonfirmasi? Tesis Kyai Imadudin merupakan studi kasus dengan referensi kitab nasab yang tidak bisa dipandang sepele, beliau meneliti nasab ba’lawi dari daftar pustaka di abad ke-empat, ke-lima hingga abad ke-sembilan bahkan ia teliti kitab kitab nasab tersebut dari primer, sekunder dan diseleksi dengan amat ketat sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa nasab ba’lawi tidak terkonfirmasi sebagai dzuriyah Rasulullah.

Penulis: Ahmad Suhadi

Tags: ba alawiba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantraDzuriyyahDzuriyyah Nabiegalitergenetikahabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsukemanusiaankesetaraanKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahKRT. FAQIH WIRAHADININGRATmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Kiai Imaduddin Simbol Grassroots NU Menghadapi Arogansi Habib Ba’alawi Yaman.

Next Post

Mengaku “Buya”, Bela Ba’Alwi, Takut Ditantang Diskusi

Related Posts

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
140

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
201

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
58

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
141

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
359

Silsilatul Dzahab Bantarsari Vs Silsilatul Halu Baalwi: Praktikkan Adab Yang Anda Ajarkan Selama Ini

21 April 2026
94

Rekonstruksi Persepsi Sosial Komunitas Ba’alwi Terjun Bebas di Lingkup Masyarakat Jawa Tahun 2026

18 April 2026
84

Tedi Isyaratkan Ada Reshuffle Kabinet, Kiai Imad Usul Presiden Copot Nusron Terkait Korupsi Kuota Haji

10 April 2026
104

Mengapa NU Harus Memisahkan Diri dari Klan Habib Baalwi: Sejarah Panjang Masa Depan

9 April 2026
83

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

8 April 2026
74
Next Post

Mengaku "Buya", Bela Ba'Alwi, Takut Ditantang Diskusi

Paling Banyak Dilihat

Berita

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Sampaikan Surat Laporan Batalnya Nasab Habaib Kepada Presiden Prabowo

by Admin
12 Mei 2026
32

JAKARTA — K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani pada Senin (11/5/2026) mendatangi Kantor Sekretariat Presiden dan melakukan pertemuan dengan Kepala Staf...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Sampaikan Surat Laporan Batalnya Nasab Habaib Kepada Presiden Prabowo

K.H. Imaduddin Utsman Al Bantani Temui Kepala Staf Kepresidenan di Gedung KSP

Haul H. Abdul Gani, Ulama Milyuner Dari Kresek Tangerang Di Hadiri Wamenag RI

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
51.9k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.3k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25