• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Fragmen Xenophanes Tentang Bias Ketuhanan

by Admin
29 September 2025
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum Socrates membuat perubahan paradigma pemikiran dan kepercayaan bangsa Yunani, dari peradabannya percaya banyak dewa dengan dewa utama yang diagungkan adalah Zeus, bangsa ini sudah maju. Tradisi filsafat alamnya turut menciptakan kemajuan tersebut.

Sekitar abad ke-6 sebelum Masehi, peradaban Yunani Kuno mulai menggeliat di bidang ilmu. Beberapa wilayahnya muncul tokoh-tokoh yang menyebarkan gagasan. Dimulai oleh Thales di kota Miletus, kemudian muncul Pythagoras dari Samos, Alcmaeon dari Croton, Parmenides dari Elea, serta Heraclitus dari Ephesus. Detail ajaran mereka bervariasi, namun semangat intinya sama, mencoba memahami dunia lewat rasio ( C. Guthrie dalam A History of Greek Philosophy, Volume I: The Earlier Presocratics).

Jonathan Barnes dalam bukunya Early Greek Philosophy (2001, hlm. 40-47) menulis riwayat filsuf nomaden bernama Xenophanes yang diketahui berasal dari Colophon, Ionia, di Asia Kecil. Dikatakan di dalam salah satu fragmen puisinya sendiri bahwa ia meninggalkan kota asalnya pada usia 25 tahun. Ia meninggalkan kota tersebut setelah Kolophon direbut bangsa Persia pada tahun 545 SM. Dengan demikian ia lahir sekirar tahun 570 SM. Kemudian dikatakannya pula bahwa ketika ia menulis puisi tersebut, ia telah berusia 67 tahun. Diketahui Xenophanes berusia di atas 100 tahun, Karena itu, tahun kematiannya diperkirakan sekitar tahun 480 SM.

Setelah meninggalkan kota Kolophon, ia melakukan perjalanan ke banyak tempat. Ada beberapa sumber kuno menyebutkan ia pernah menetap di kota Messina dan Katania di pulau Sisilia. Selain itu, ia juga pernah singgah di Malta, Pharos, dan Syrakusa. Akhirnya ia tiba di Elea, Italia Selatan, dan menetap di sana. Diketahui bahwa Xenofanes mengarang suatu syair ketika kota Elea didirikan pada tahun 540 SM.

Baca Juga

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Richard Mc Kirahan dalam tulisan tentang “Presocratic Philosophy” dalam In The Blackwell Guide to Ancient Philosophy (2003, hlm. 5-26) mengutip pandangan Xenophanes dalam fragmennya bahwa ia mengatakan ” Dewa-dewi tidak menyatakan segala sesuatu kepada manusia sejak awalnya, tetapi setelah waktu berlalu, manusia menemukan banyak hal dengan cara mencarinya sendiri ” (fragmen : 18).

Lebih lanjut Xenophanes pun menegaskan bahwa ” Tidak ada manusia yang pernah melihat ataupun mengetahui kebenaran tentang dewa-dewi serta semua hal yang kukatakan. Karena jika ada orang yang berkata mengetahui semuanya, maka sebenarnya ia tidaklah tahu, melainkan hanya mempercayai tentang segala sesuatu ” (fragmen : 34).

Albert A. Avey dalam bukunya Handbook in the History of Philosophy (1954, hlm. 13) mendeskripsikan pemikirannya Xenophanes yang telah menyimpulkan bahwa antropomorfisme terhadap dewa-dewi tidaklah tepat sebab ia telah melakukan perjalanan ke berbagai tempat dan melihat pelbagai kepercayaan mereka. Karena itu, Xenophanes menjadi yakin bahwa semua itu bukanlah konsep dewa-dewi yang tepat. Ia menyatakan bahwa sebenarnya hanya ada “Satu yang meliputi Semua”. Maksudnya di sini serupa dengan konsep “Tuhan” namun tidak sama dengan monoteisme sebab ia juga menyebutnya dalam bentuk jamak.

Memetik pemikiran Xenophanes ini kita memahami bahwa keluar dari keadaan yang mapan dalam tradisi Yunani kuno dengan segala konsekuensinya tidaklah mudah, Xenophanes tipikal filsuf Yunani pra Socrates yang banyak memberi kontribusi perubahan paradigmatik bangsa Yunani, dengan keberaniannya mereorientasi kepercayaan dogmatik atas dewa-dewa bangsa Yunani dengan menyuguhkan konsepsi satu Tuhan untuk semua.

Xenophanes, menjadi pilihan ikonik dari keberaniannya dalam membuka bias-bias kepalsuan tuhan-tuhan bangsa Yunani yang sejak lama dipercaya dan telah mengakar. Filsafat ketuhanannya yang menerobos masuk di wilayah kejumudan politeisme dengan krangka argumentasi yang logis dan epistemologis.

Kemang, 29 September 2025

Oleh: Hamdan Suhaemi

ShareTweetShare
Previous Post

Ansor Banser Kota Tangerang Geruduk Polres, Tuntut Proses Hukum Tegas Atas Penganiayaan Sahabat Rida

Next Post

RMI PWNU Banten Gelar Rapat Kerja Perdana Masa Khidmah 2025 – 2030

Related Posts

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
4

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
52

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
125

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
56

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
93

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
404

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
77

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
264

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
147
Next Post

RMI PWNU Banten Gelar Rapat Kerja Perdana Masa Khidmah 2025 – 2030

Paling Banyak Dilihat

Berita

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

by Admin
25 Oktober 2026
4

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Mukadimah Tulisan ini penulis tujukan khususnya kepada para pejabat  yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25