• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Dukung Pengaturan Toa, Ketua Komisi Fatwa MUI Banten: Aturan Menag Itu Sudah sesuai Hadits Nabi Muhammad SAW

Aturan pengeras suara itu ranahnya ilmu fiqih, yang harus bicara adalah ahli fiqih, bukan sekedar penceramah atau aktifis islam. Nanti yang dikedepankan rasa keagamaan bukan hakikat hukum itu sendiri.

by Admin
26 Februari 2022
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Banten— Silang pendapat dan ramainya perbincangan media sosial (medsos) tentang pengaturan pengeras suara (toa) masjid oleh Menteri Agama, Yaqut Choilil Coumas, menimbulkan banyaknya masyarakat yang ikut memberi pandangan.

Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Banten, KH. Imaduddin Utsman, yang harusnya memberikan pendapat tentang tentang pengaturan itu harusnya hanya ulama fikih, bukan aktifis gerakan, karena menurutnya pengaturan toa masjid itu berkaitan dengan permasalahan fikih yang sudah ada didalam khazanah kitab-kitab ulama baik ulama salaf maupun ulama khalaf. Menurut kiai yang juga ketua RMI Banten ini, seharusnya masalah pengaturan itu dibahas di meja mudzakarah ilmiah, bukan di ruang medsos, oleh para pakar fiqih, bukan sekedar penceramah atau aktifis yang kurang faham ilmu fiqih.

“Aturan pengeras suara itu ranahnya ilmu fiqih, yang harus bicara adalah ahli fiqih, bukan sekedar penceramah atau aktifis islam. Nanti yang dikedepankan rasa keagamaan bukan hakikat hukum itu sendiri. Kalau sekarang yang rame debat para aktifis ormas, bahkan orang awam ikut komentar, jadinya rame dan tidak substantif”, katanya, Sabtu (26/2/2022)

Ditanya tentang pendapatnya sendiri tentang pengaturan toa masjid itu, Kiai Imad mengatakan, ia sangat setuju dengan aturan itu, karena secara qiasi, sesuai dengan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW cuma tidak eksplisit, karena zaman nabi belum ada toa, yang faham cuma ulama fikih. Contoh ketika Nabi sedang itikaf di masjid, lalu ada yang membaca al-Quran keras lalu Nabi memerintahkan untuk merendahkan suara seraya mengatakan, hendaklah kalian jangan mengganggu orang lain dengan bacaan Qur’an yang keras itu,” terangnya.

Baca Juga

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Kiai Imad melanjutkan, yang ada dalam aturan Kemenag itu bukan melarang adzan pakai toa, tapi mengatur kapan toa itu boleh dipakai sehingga tidak mengganggu tetangga.

“Disitu gak ada point melarang adzan pakai toa, yang ada melarang mengganggu tetangga pakai toa, misalnya dalam aturan itu diatur gak boleh baca Qur’an tengah malam dengan toa sehingga membuat orang sakit tambah sakit, orang jadi gak bisa tidur dan sebagainya. bahkan dibeberapa tempat ada yang ngaji di kuburan pakai toa sepanjang malam, sampai menganggu orang yang rumahnya pinggir makam, mau ngobrol aja dengan isterinya gak bisa karena suara toa itu kencang”, tambahnya.

“Contoh lagi, di kampung saya ada satu masjid jami dan lima mushala, jaraknya dari pesantren saya itu hanya 100 meter, kalau lagi ngaji sama santri saya harus berhenti lama karena kadang adzannya tidak bareng, yang satu adzan yang satu belum, yang satu berhenti yang satu baru mulai, semuanya terdengar nyaring. itu masih mending cuma adzan, bagaimana kalau pengajian yang sampai dua jam, kanan kiri rumah padat, toanya kencang arahnya ke bawah, pas menghadap rumah orang tentu yang semacam ini perlu diatur”, imbuhnya.

Kiai Imad mengharapkan semua mengedepankan kemaslahatan dan jujur dalam berpendapat bukan karena suka atau tidak suka tapi murni untuk kepentingan bersama.

“Aturan ini sudah bagus. sesuai fiqih dan hadits Nabi, tapi kalau sekira masyarakat belum faham, ya daripada mudarat saling menuduh dan bikin gaduh, menag gak apa apa mengalah, nanti kalau mereka sudah faham akan pentingnya pengaturan ini baru diberlakukan. saya harapkan kepada masyarakat juga jujur dalam berpendapat jangan karena suka tidak suka tapi betul betul karena kemaslahatan bersama”, tutupnya.

Editor: Kang Diens

ShareTweetShare
Previous Post

Laporan MAKI, KH. Tb. Hamdi Ma’ani: Jika Ingin Nyalon Gubernur Junjung Tinggi Akhlakul Karimah

Next Post

Menolak Fitnah Meluruskan Paham

Related Posts

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
9

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
52

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
125

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
56

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
93

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
404

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
77

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
67

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
265

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
147
Next Post

Menolak Fitnah Meluruskan Paham

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Berita

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

by Admin
25 Oktober 2026
9

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Mukadimah Tulisan ini penulis tujukan khususnya kepada para pejabat  yang memiliki sedikit waktu untuk melakukan...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25