• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Quo Vadis Nasab Ba Alawi: KAKEK BARU “Deadlock”

by Admin
25 Juli 2023
in KH Imaduddin al Bantani, Manuskrip, Tokoh
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Muhammad Al-Azraq disebut Kiai Hannan sebagai kakek baru bagi Alawi. Yang demikian itu, menurutnya, terdapat dalam suatu manuskrip yang menjelaskan tentang sub-geneologi Ba Alawi dari keluarga Al-Haddad. Menurutnya, Alawi adalah anak Isa Arrumi bin Muhammad Al-Akbar Al-Azraq bin Isa Al-Naqib bin Muhammad Al-Naqib bin Ali-Al-Uraidi.

Tetapi, jalur nasab inipun ternyata “deadlock”. Dalam kitab-kitab nasab, Isa Al-Rumi, mempunyai anak tigabelas, tetapi tidak mempunyai anak bernama Alawi. (lihat kitab Bahrul Ansab hal. 69).

Lalu dalam kesempatan terbaru, Kiai Hannan mempunyai kejutan lain, katanya, ia menemukan bahwa benar Ubaidillah anak dari Ahmad, tetapi bukan Ahmad bin Isa. Nah lho. Banyak sekali riwayat yang berbeda-beda dari nasab Klan Ba Alawi ini. Ulama nasab mempunyai teori tentang cara mengidentifikasi nasab palsu, diantaranya adalah nasab ini “mudtoribah” (sering berubah-ubah).

Penulis mencatat ada beberapa riwayat yang berubah-ubah dari nasab Ba Alawi ini. Pertama Alawi bin Abdullah bin Ahmad bin Isa. Kedua, Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa. Ketiga, Alawi bin Isa Arrumi bin Muhammad Al-Azraq. Keempat, Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad (bukan bin Isa). Kelima Alawi bin Abdullah bin Ahmad (bukan bin Isa). Kelima Ubaid bin Isa bin Alawi bin Muhammad bin Himham.

Baca Juga

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

Untuk yang terakhir ini, seorang ahli nasab yang bernama Syekh Ahmad bin Sulaiman bin Sobah Abu Bakrah Atturbani menyatakan dalam tulisannya, bahwa susunan nasab Ba Alawi dahulu tidak sama dengan yang beredar hari ini. Nasab mereka yang terdapat dalam musyajjarah mereka dahulu adalah:

Ubaid bin Isa bin Alawi bin Muhammad bin Himham bin Aon bin Musa Al-Kadzim. Sama dengan nasab Bani Ahdal. (lihat dalam tulisan Atturbani di web. Jordanjad).

Sebelum penulis lanjutkan pembahasan nasab Ba Alawi, perhatikan nasab Ba Ahdal di bawah ini:

Muhammad bin Sulaiman bin Ubaid bin Isa bin Alawi bin Muhammad bin Himham bin Aon bin Musa Al-Kadzim. (lihat kitab Tuhfatuzzaman: 2/238)

Lalu catat nama-nama yang sama dari Ba ahdal dengan nama-nama yang sama dengan Ba Alawi, yaitu: Ubaid, Isa, Alawi, Muhammad.

Setelah penulis mangkomparasikan dengan beberapa data ternyata di dalam beberapa kitab keluarga Ba Ahdal, Muhammad bin Sulaiman, leluhur keluarga mereka ditulis datang ke Hadramaut bersama saudara kandung atau saudara sepupu yang merupakan leluhur Ba Alawi sekarang. Dari sini, kita memahami bahwa istilah Ba Alawi pada mulanya termasuk Ba Ahdal pula, karena leluhur mereka berdua bertemu di satu nama Alwi, lalu Ba Ahdal memisahkan diri membentuk sub keluarga sendiri.

Kemudian, dua keluarga ini, mengurut silsilah problematic mereka dengan sendiri-sendiri. Keluarga Ba Ahdal menemui tantangan berat sejak lama, para ahli nasab menolak silsilah mereka yang berujung kepada Aon bin Musa Al-Kadzim, karena diketahui dalam kitab-kitab nasab bahwa Musa Al-Kadzim tidak mempunyai anak bernama Aon.

Ba Alawi lebih waspada, sejak abad Sembilan mereka telah merestorasi nasab problematic mereka ini dengan berpindah jalur dari Musa Al-Kadzim kepada Ali al-Uraidi, melalui data Ba Jadid yang ditemukan dari kitab Al-Suluk. Nama Ubaid yang terdapat juga dalam sislislah keluarga Ba Ahdal diijtihadi menjadi Abdullah. Lalu nama yang lain disesuaikan.

Sesuai janji penulis tentang ke-tidakmasukakal-an nasab Ba Alawi dilihat dari masa hijrahnya Ahmad bin Isa, di sini akan penulis kemukakan bahwa dalam literatur Ba Alawi, dikatakan bahwa Ahmad bin Isa hijrah bersama Muhammad bin Sulaiman leluhur Ba Ahdal pada tahun 317 H, tetapi dalam literatur Ba Ahdal, dikatakan bahwa Muhammad bin Sulaiman datang bersama leluhur Ba Alawi pada tahun 540 H. Jarak perbedaan riwayat hijrah keduanya adalah 223 tahun. lalu yang benar yang mana?

Penulis: Imaduddin Utsman Al-Bantani

(Catatan: mengingat website Ponpes Salafiyah Nahdlatul Ulum sering terjadi kendala, dipersilahkan kepada siapa saja yang berkehendak menyebarkan tulisan penulis untuk memuat dalam website-nya tanpa meminta izin terlebih dahulu.)

Tags: ba alawiBa Alwibahar bin smithbin yahyabudaya nusantradeadlockDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhaluhanif alatasHRSisnad palsuKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan Rasulullahmakammakam palsumanuskripNasabnasab palsupemalsuan nasabpemalsuan silsilahpembelokan sejarahpembongkaran makamquo vadisRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negararumail abbasrungkadsanad ilmusejarah keratonSilsilah Habibsilsilah nasabsitus budayasumodiningrattest DNAthoha bin yahyaUbaidUbaidillahulamautsman bin yahya
ShareTweetShare
Previous Post

Ba Alawi Ganti Kakek? Konsekwensinya Kompleks

Next Post

“PHP” Kitab Al-Jauhar Al-Syafaf (Jawaban Untuk HRA)

Related Posts

Kesaksian Kromosom (Y-DNA) Terhadap Validitas Nasab Tradisional Asyraf Al-Musawi Al-Husaini di Karbala

8 Oktober 2026
134

Kitab Al-Syajarah Al-Thayyibah, Kitab Terbaru Karya K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani

24 September 2026
265

كتاب الشجرة الطيبة في اثبات نسب بني قتادة تأليف: عماد الدين عثمان البنتني الجاوي الشافعي القادري

21 September 2026
221

Itsbat Nasab Bani Qatadah dan Raja Yordan

14 September 2026
387

Klan Ba’alawi Melamar Putri Kiai, Ditolak Keluarga Jauh Dengan Alasan Kafa’ah: Nikah Tetap Sah?

14 September 2026
159

Menyelaraskan Genetika dan Kitab Suci: Jejak DNA Neanderthal dan Denisovan Pada Manusia Modern

7 September 2026
531

RUMAIL KEMBALI BERDUSTA: TIDAK TAKUT BEDOSA BERBOHONG ATAS NAMA KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW YANG ASLI

4 September 2026
965

Pesantren Nahdlatul Ulum Banten menjawab Pesantren Al-Anwar Sarang Tentang Tes Y-DNA Terkait Batalnya Nasab Habaib Ba’alwi

2 September 2026
482

Kiai Imad Mendoakan NU di Hadapan Makam Mbah Wahab Hasbullah

29 Agustus 2026
159

جواب عماد الدين عثمان البنتني عن كتاب الخلاصة النفيسة لابن حرجو الجاوي

1 Agustus 2026
513
Next Post

“PHP” Kitab Al-Jauhar Al-Syafaf (Jawaban Untuk HRA)

Paling Banyak Dilihat

Opini

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

by Admin
26 Oktober 2026
17

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah_Rembang) Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan klaim...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Dari Upacara hingga Panggung Tiga Bahasa, Hari Santri di Baitul Muqoddas Berlangsung Meriah

Rangkaian hari santri MWC-NU Kresek: Ada Kirab Bendera Merah Putih Sepanjang 1000 Meter

INI DAFTAR PARA SADAH DAN ASYRAF DI YAMAN: KESAKSIAN KITAB MUNTAQALAH AL-THALIBIYAH ABAD KE-5 HIJRIYAH DAN TES Y-DNA 2026

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25