• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Trias Politica John Locke, Palu Godam Absolutisme Raja

by Admin
12 Oktober 2025
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jika aliran idealisme dalam filsafat punya bapak, maka bapaknya adalah Plato dan materialisme punya bapak, maka bapaknya adalah Aristoteles, dua aliran besar filsafat yang membentang di peradaban dunia, dari keduanya itu banyak anak alirannya yang semua itu bermuara pada samudera kebenaran, filsafat sejatinya menemukan kebenaran sekaligus jadi tujuan akhirnya.

Anak aliran besar itu mengalir di Barat dan Timur, dari sejak Plotinus hingga Hegel, dari sejak Nikomachea hingga Marx. Filsafat lalu menjadi penyokong perubahan di setiap zamannya, nalarnya adalah nalar epistemologis dan ontologis.

Empirisme salah satu anak dari dua aliran besar tersebut, yang tumbuh kembang di peradaban Anglo Saxon, mulai dari Inggris hingga pengaruhnya meluas di daratan Eropa. Tokoh penting empirisme itu salah satunya John Locke. Buah pikirannya adalah trias politica, menjadi babak baru pola negara modern yang demokratis dengan dominan mengambil nilai humanisme sebagai soko gurunya.

John Locke (1632–1704) adalah salah satu filsuf paling berpengaruh dalam sejarah pemikiran politik dan filsafat modern. Lahir di Wrington, Somerset, Inggris, ia tumbuh di masa pergolakan politik dan sosial di Eropa. John Locke dikenal sebagai tokoh yang mempopulerkan trias politica, sebuah konsep yang menjadi dasar dari sistem pemerintahan modern, di mana kekuasaan negara dibagi menjadi tiga cabang: eksekutif, legislatif, dan yudikatif ( Portal Hukum, 2024 ).

Baca Juga

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

Meskipun istilah ini lebih sering dikaitkan dengan Montesquieu dan tokoh sezamannya Diderot, Voltaire, Jaques Rousseau justru gagasan John Locke menjadi landasan filosofis awal bagi pengembangan teori pemisahan kekuasaan tersebut dan teori inilah diktum John Locke mengamputasi sistem kekuasaan absolut raja-raja Eropa, terutama efek domino pecahnya revolusi Perancis dan di beberapa belahan negara seantero Eropa dan Amerika.

Dalam bukunya, John Locke menolak ide divine right of kings (hak ilahi raja) yang saat itu menjadi landasan monarki absolut. Sebaliknya, ia mempromosikan gagasan bahwa kekuasaan negara berasal dari rakyat dan harus digunakan untuk melindungi hak-hak dasar manusia, yaitu hak atas hidup, kebebasan, dan properti.

Untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan, menurut John Locke bahwa pemerintahan harus dibagi ke dalam beberapa cabang yang saling mengawasi dan menyeimbangkan. Dalam teorinya, ia mengidentifikasi dua cabang utama, yaitu legislatif dan eksekutif. Legislatif bertugas membuat hukum, sedangkan eksekutif menjalankan hukum yang telah disahkan. Locke juga mengakui adanya cabang ketiga yang disebut federatif, yang bertugas menangani urusan luar negeri.

Ahmad Tafsir dalam bukunya Filsafat Umum: Akal dan Hati Sejak Thales Hingga Capra ( 2000, hlm. 175. ) bahwa filsafat Locke dapat dikatakan antimetafisika. Ia menerima keraguan sementara yang diajarkan oleh Descartes, tetapi ia menolak intuisi yang digunakan oleh Descartes. Ia juga menolak metode deduktif Descartes dan menggantinya dengan generalisasi berdasarkan pengalaman; jadi, induksi. Bahkan Locke menolak juga akal (reason). Ia hanya menerima pemikiran matematis yang pasti dan cara penarikan dengan metode induksi.

Ted Honderich dalam bukunya The Oxford Companion to Philosophy ( 1995 ) menjelaskan bahwa tulisan-tulisan John Locke tidak hanya berhubungan dengan filsafat, tetapi juga tentang pendidikan, ekonomi, teologi, dan medis. Karya-karya John Locke yang terpenting adalah 1. Essay Concerning Human Understanding, 2. Letters of Toleration), dan 3. Two Treatises of Government.

Salah satu pemikiran Locke yang paling berpengaruh di dalam sejarah filsafat adalah mengenai proses manusia mendapatkan pengetahuan. Ia berupaya menjelaskan bagaimana proses manusia mendapatkan pengetahuannya.

Harun Hadiwijono dalam bukunya Sari Sejarah Filsafat Barat 2 ( Jogjakarta, 1983, hlm. 36 ) menilai filsafat John Locke sebagai peletak dasar empirisme. Pandangan yang hanya diterima oleh satu indra manusia saja. Misalnya, warna diterima oleh mata, bunyi diterima oleh telinga, pandangan yang diterima oleh beberapa indra, misalnya saja ruang dan gerak. Pandangan yang dihasilkan oleh refleksi kesadaran manusia, misalnya ingatan, pandangan yang menyertai saat-saat terjadinya proses penerimaan dan refleksi. Misalnya, rasa tertarik, rasa heran, dan waktu.

Serang 12 Oktober 2025
Oleh: Hamdan Suhaemi

ShareTweetShare
Previous Post

Nasab Keluarga Raja Yordan Lulus Uji Kitab Nasab dan DNA

Next Post

Menengok Sejarah Pesantren di Nusantara

Related Posts

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

3 Juni 2026
13

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

31 Mei 2026
48

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

29 Mei 2026
110

Gema Takbir Iduladha di Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Banten Berlangsung Khidmat

28 Mei 2026
23

Implikasi Pernyataan Gus Yahya: “NU Tidak Boleh Ingkar Nasab Baalwi”

28 Mei 2026
67

Dr. Saleh Basyari: Tesis Kiai Imad Persempit Ruang Simtuddurar, Taufiq Assegaf, Majlis Salawat Syekh bin Abdul Qadir dan Lutfi bin Yahya

14 Mei 2026
118

Kandidat Doktor dari Inggris: Kiai Imad dan Presiden Prabowo Seperti Einstein dan Roosevelt

14 Mei 2026
52

Kisah Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang Mendapat Bintang Salib Dari Penjajah Belanda

4 Mei 2026
236

Syekh Nawawai Tsani Dari Banten di Abad Modern

1 Mei 2026
232

The Beginning of Baalwisasi-Yamanisasi: Penyelewengan Definisi Habib dan Ahlul Bait

29 April 2026
80
Next Post

Menengok Sejarah Pesantren di Nusantara

Paling Banyak Dilihat

Opini

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

by Admin
3 Juni 2026
13

Penulis: Rifky Zulkarnaen J. Baswara Prolog Tulisan ini hadir setelah penulis rampung membaca buku “Fakta...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Framework Melihat Imigran Yaman dan Amalan Habib Baalwi, Tudingan Operasi Intelijen hingga Kyai Ikhya dan Nabi Adam: Kelompok Kyai Imad Outlier!

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Luncurkan Buku “Fakta Historis Usman bin Yahya Menurut Sumber Primer”

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern

Menguji Statement “Jangan Generalisir Klan Habib Baalwi, Setiap Suku Ada Yang Baik dan Buruk”

Menapak Tilas Hubungan Asli NU dan Rabithah Alawiyah

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.1k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25