• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Kiai Said Aqil Siraj, NU dan Para Pembenci

Tak ada dalil satupun yang menguatkan semua tuduhan terhadap Kiai Said Aqil Siraj, terkecuali tuduhan itu adalah keji dan kasar karena bersumber pada kebenciaanya pada NU, sebab NU salah satu benteng ideologi NKRI, dan tameng paham keagamaan yang kokoh.

by Hamdan Suhaemi
2 September 2021
in Opini
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kyai M. Hamdan Suhaemi

Kelahiran

Kiai Said Aqil Siradj lahir tanggal 3 Juli 1953 di Kempek, Cirebon. Putera Kiai Aqil ( pengasuh Pesantren Kempek ) ini sering disapa Kang Said. Anak Cirebon yang cerdas ini masa kecilnya dihabiskan di tanah Kempek, sebelum kemudian belajar di banyak pesantren di Jawa dalam asuhan kiai-kiai NU, terutama kesannya yang mendalam di pesantren Lirboyo.

Pendidikan

Said Aqil Siradj muda mesantren di beberapa pondok pesantren terkenal di Jawa, antara lain di Lirboyo. Ia dididik khusus oleh KH Mahrus Ali menantu KH. Abul Karim Manaf ( MbahManaf ) dan KH Marzuki Dahlan. Kemudian dari Lirboyo ia mesantren di pesantren Nganjuk asuhan KH Muzajjad, sampai kemudian Said muda belajar di bawah bimbingan KH Ali Maksum di pesantren Krapyak Jogjakarta, sambil berkuliah di IAIN Sunan Kali Jaga.

KH. Said Aqil Siradj adalah mahasiswa yang telah menyelsaikan Tesis dengan judul “ Perjanjian Lama dan Surat-Surat Sri Paus Paulus “ hingga ia mampu pertahankan dengan mencapai prediket Cumlaude, dua tahun kemudian pemuda ini mampu menyesaikan Disertasi dengan judul “ Shilatullah bi Al Kauni fi Al Tashawwufi Al Falsafi “ dengan referensi mencapai 1000 judul kitab dan buku, satu karya Distertasi yang cukup langka tentunya. Setelah menyabet gelar Doktor dengan prediket summa cumlaude.

Kiprah di NU

Kini, anak muda itu telah tampil sebagai tokoh ulama NU yang cukup berpengaruh, sejak kiprahnya di NU tahun 1994 sebagai wakil katib ‘am PBNU periode kepemimpinan Gus Dur. Hingga kemudian tahun 2010 terpilih secara demokratis sebagai Ketua Umum PBNU masa hidmat 2010-2015 dalam Muktamar NU dan terpilih kembali di tahun priode 2015-2020 hasil Muktamar di Tebuireng Jombang Jawa Timur.
Prof Dr KH Said Aqil Siradj atau Kang Said adalah satu diantara banyak Ketua Umum PBNU yang cukup berhasil memimpin NU dengan banyak terobosan-terobosan di bidang kemajuan warga Nahdliyyin, dengan konsistensi sikapnya dalam garis marjaiyyah dan qorroroh ke-NU-anya, kiprahnya dalam konstelasi politik nasional cukup mewarnai.

Dedikasinya di pendidikan ia tumpahkan dalam rutinitas mengajar ngaji layaknya kiai salaf umumnya dengan membacakan kitab-kitab kuning kepada santri yang diasuhnya, disamping ia pula menjadi guru besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menjadi pembicara pada seminar-seminar internasional di beberapa negara. Kang Said, adalah figur kiai yang jujur, istiqomah bersikap tawadlu’, qona’ah, kharismatik dan sesekali terkadang kontroversial, seakan tak bergeser dari kehebatan seorang Gus Dur yang populer dan luar biasa. Gus Dur menjuluki Kang Said ini adalah “kamus berjalan“ dikarenakan ia mampu menulis disertasi dengan daftar pustaka 1000 kitab dan buku.

Baca Juga

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Fitnah, Hinaan Para Pembenci

Kiai NU yang satu ini pun terkadang harus menuai cercaan, hinaan, dan ujaran kebencian yang dialamatkan kepadanya hanya karena sikapnya yang terkadang enigmatik, dan memancing perdebatan publik, seperti baru-baru ini terkait isu muslim Uyghur (Xinjiang Tiongkok). Kiai Said biasa berani melawan arus dari opini para khilafer, kaum takfiri (wahabi) baik di medsos maupun di dunia nyata, tak jarang Banser selalu mengkawal beliau dalam setiap kegiatan dimana Kiai Said jadi pembicara.
Seringnya dituduh Syiah, penjilat, munafik, liberal dan yang paling ekstrim dianggap murtad dan kafir.

Padahal faktanya Ketua Umum PBNU dari masa ke masa telah teruji konsistensinya pada Islam manhaj Ahli Sunnah wal jamaah, baik sanad ilmiah, fikrah dan amaliyahnya. Tidak akan bisa keluar dari pakemnya sebagai Ketum NU yang secara organisatoris, dan kebijakannya ada dalam pengawasan Dewan Syuro PBNU baik itu faham keagamaanya, tindakannya baik yang sifatnya politis maupun sikapnya yang menegara. Kiai Said Aqil Siradj adalah ulama NU yang konsisten dalam ittiqad Ahli Sunnah Wal Jama’ah An-nahdliyyah, konsistensi sikapnya tak pernah berubah dari sejak berkiprah di NU hingga sekarang, Kiai Said adalah figur kuat, soleh, alim, bijaksana, adil, dan berpengaruh. Kiai Said tipikal ulama yang sesungguhnya yang dimiliki bangsa ini.

Dalil Kebencian

Tak ada dalil satupun yang menguatkan semua tuduhan terhadap Kiai Said Aqil Siraj, terkecuali tuduhan itu adalah keji dan kasar karena bersumber pada kebenciaanya pada NU, sebab NU salah satu benteng ideologi NKRI, dan tameng paham keagamaan yang kokoh. Dengan tujuan utamanya menghancurkan NU, mereka berharap dapat mudah menguasai untuk mengubah asas ideologis dan sistem ketatanegaraan, serta mengatur tata aturan syariah yang menurut versinya mereka, berdasarkan penggalan ayat-ayat muhkamat yang diambil dari takwil dan logika mereka.

Membela Kiai NU dan Menjaga NKRI

Sudah menjadi kensicayaan bagi seluruh anak bangsa, mereka yang hidup di ujung Sabang, hingga mereka yang hidup di Merauke. Mereka yang kini hidup di Miangas hingga yang tinggal di Pulo Rote, bahu membahu menjaga Republik ini, menjaga negeri ini, menjaga ideologi negara ini. Sebab pilar utamanya yakni Pancasila tengah dirongrong oleh para petualang politik kekuasaan yang kini teriak khilafah, dengan topeng agama, dan tameng kalimat tauhid, serta menjual ayat-ayat perang.
Perang kini bukan perang fisik, kontak senjata, tapi lebih pada perang ideologis, proxy war dan perang opini. Bagi mereka ( kaum radikal ) memfitnah, menuduh kafir, menghina, melecehkan adalah bagian prinsip perjuangannya, sekaligus itulah agamanya. Ya agama kekerasan.

Diamnya kita (seluruh anak bangsa yang cinta Indonesia) terhadap perang yang dikobarkan oleh mereka, tentunya mereka yang akan atur negeri ini. percaya tidak percaya tinggal tunggu waktu. Jika lengah maka penyesalan tak akan berujung.

Wa Allahu a’lam bi al-Showabi

ShareTweetShare
Previous Post

Penghargaan Islam Atas Kemanusiaan

Next Post

Dana Hibah Pesantren Banten Dibatalkan, Ketua RMI: Bukan Keputusan Ksatria

Related Posts

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
17

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

29 Oktober 2026
27

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
47

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
47

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
64

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
139

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
64

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
105

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
427

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
83
Next Post

Dana Hibah Pesantren Banten Dibatalkan, Ketua RMI: Bukan Keputusan Ksatria

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

by Admin
30 Oktober 2026
17

Di tengah derasnya arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, diskursus publik melalui virtual mengenai genealogi kerap terjebak dalam romantisisme...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.3k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25