• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Jurus Dewa Mabuk Ala Habaib

by Admin
12 Juli 2024
in Opini, Peristiwa, Sejarah
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sudah dua tahun berlalu polemik nasab menghiasi jagad dunia maya, sudah banyak kata dan ucap silih berganti antara mendukung dan menentang, antara kubu ibthal nasab dan kubu Ba’Alawi. Bukanlah polemik itu bicara diskursus atas suatu kajian nasab, tetapi sudah pada ujaran kebencian, sudah saling hujat, saling serang, dan saling membunuh karakternya dengan macam-macam framing.

Padahal jauh lebih indah jika dibahas melalui seminar, diskusi publik, bahtsul masail yang isinya saling bantah hujjah, saling adu dalil, dan saling menguatkan argumentasi. Bahkan jauh lebih beradab jika dengan korespondensi literasi, dengan mulut sambil ngopi, dan hisap rokok.

Kenapa kini semakin liar dan barbar, seperti dua musuh yang saling berhadapan, seperti di medan kurusetra perang ” bharatayuda ” nasab. Antara anutan kepada siapa sudah bias, figur tidak lagi didengar, klaim kebenaran berseliweran di jagat medsos, kawan jadi lawan, dan lawan jadi kawan. Hidup sudah semakin keras, akibat moral ditanggalkan di kastok baju yang tergantung.

Framing bahwa kiai Imad adalah anak China, anak zina, Yahudi pesek, al-kaburi, Dajjal bersorban, atau iblis bersorban, begal nasab, dan lain sebagainya begitu disebarluaskan, seolah dengan cara framing itu urusan nasab terhenti.

Baca Juga

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

Bahwa tuduhan sebagai anak China itu terlalu jauh, matanya juga tidak sifit, asli orang Banten, kelahiran Kresek Tangerang, keturunan Syekh Cili Wulung, leluhurnya Raden Arya Wangsakara, dan termasuk keturunan Prabu Geusan Ulun Sumedang. Yang disebut di atas adalah bantahan biologis, bantahan anatomis, dan juga bantahan geografis.

Tuduhan lainya bahwa ia adalah anak hasil zina merupakan tuduhan sangat keji dan sadis, melebihi sadisnya harimau mencabik-cabik mangsanya. Faktanya kedua orang tuanya adalah orang tua yang rukun rumah tangganya, dan dalam situasi mawaddah wa rahmah, putera dari ibu yang solehah dan bapaknya yang soleh.

Lalu, Kiai Imad dan teman-temannya disebut Yahudi Pesek oleh HRS dalam satu ceramahnya yang agitatif provokatif, padahal kalau diukur antara hidung Kiai Imad dengan HRS, dipastikan masih mancungan hidung Kiai Imad, jadinya pesek teriak pesek. Lalu disebut Yahudi itu darimana judulnya ? Ia muslim, ia ulama, ia orang Soleh, ia pula kiai yang terdidik dari banyak pesantren, mana letak Yahudinya? tidak ada sama sekali tuduhan Yahudi melekat kepadanya.

Digelari al-kaburi ketika tidak bisa hadir di debat Banten lama di rumah kediaman KH. TB. Fathul Adhim, padahal yang membatalkan hadir terlebih dahulu pihak Rabithah Alawiyah, lalu kalau hadir berdebat dengan siapa, mewakili siapa? Yang jadi objek epistemologisnya adalah dengan ketua atau yang mewakili RA, bukan saling bermujadalah dengan sesama pribumi, terus pertanyaannya siapa yang kabur selama 2 tahun ke Arab Saudi beberapa tahun lalu ? bukankah itu yang lebih pantas menyandang sebutan al-Kaburi al-Takuti.

Yang paling lucu dan membuat kita ketawa tujuh warna adalah tuduhan atas Kiai Imad sebagai Dajjal bersorban, apakah ada Dajjal yang telah menulis kitab kitab berbahasa Arab, apakah ada Dajjal yang 24 jam mengasuh dan mendidik santri, lalu adakah Dajjal yang punya istri lebih dari satu, rasanya yang disebut Dajjal itu tidak punya istri, dan Dajjal juga tidak bisa baca kitab kuning, kalau pun disuruh baca mungkin baca kitabnya dari kiri ke kanan, bukan dari kanan ke kiri. Aneh tapi nyata baca kitab kuning dari kiri, pasti anak SD juga tertawa panjang lihatnya.

Sebutan berikutnya iblis bersorban, bahwa Kiai Imad adalah iblis bersorban. Kalau disebut iblis mana tanduknya, mana mata merahnya, mana godaannya. Sorbannya pun tidak berasal dari pemberian iblis atau anaknya iblis ( setan ), belinya juga dari negeri Arab dan negri sendiri.

Kemudian peneliti nasab disebut begal nasab, ini dua frase yang tidak nyambung, peneliti itu melakukan penelitian atas sesuatu dengan pendekatan ilmiah, biasanya ada kesimpulan sementara namanya hipotesa, yang lebih masyhur kita sebut tesis. Sedangkan yang disebut begal itu adalah ahli memalsukan makam, membelokkan nasab, memalsukan sanad. Itu harusnya disebut begal nasab, pertanyaannya siapakah yang berbuat seperti itu ? kiai Imad ataukah muhibbin, atau para kabib.

Ibarat pepatah ” menepuk air di dulang terpercik muka sendiri “. Kenapa dituduh demikian, karena secara epistemologis nasab leluhurnya terkonfirmasi terputus ( Ubaidillah) , maka jurus dewa mabok adalah langkah terakhir kaum Ba’Alawi untuk menutupi defisit intelektualnya, dengan cara mengumpulkan dan menggerakkan pribumi untuk melawan pribumi, sambil teriak takbir.

Oleh : Hamdan Suhaemi

Serang 11 Juli 2024

ShareTweetShare
Previous Post

Bodoh Soal Nasab Lebih Baik Diam

Next Post

Menuju Masa Nahdlatul Ulama Emas: Sebuah Panggilan bagi Generasi Muda

Related Posts

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

20 Juli 2026
45

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

16 Juli 2026
101

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

16 Juli 2026
207

Elegi Garis Nasab: Antara yang Hakiki dan yang Imitasi (Y DNA Nabi Ibrahim Versi Rumail Abbas)

6 Juli 2026
150

Emha Ainun Najib: Nasab dan Harga Diri Bangsa dan Kesadaran Bernegara

29 Juni 2026
119

Daftar Reportase Media Tentang Pendiskreditan Habaib Ba’alwi Terhadap NU dan Kiai-Kiai NU

29 Juni 2026
85

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

24 Juni 2026
112

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

24 Juni 2026
402

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

24 Juni 2026
130

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

18 Juni 2026
141
Next Post

Menuju Masa Nahdlatul Ulama Emas: Sebuah Panggilan bagi Generasi Muda

Paling Banyak Dilihat

Berita

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

by Admin
28 Juli 2026
6

Serang – Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum Cempaka kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-55 Tingkat...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Pesantren Nahdlatul Ulum Sabet Seluruh Juara Kitab Kasyifatussaja pada MTQ ke-55 Kabupaten Serang 2026

Gemilang di MTQ Banten, Santri Pesantren Nahdlatul Ulum Kresek Borong Juara Pertama Cabang Lomba Kitab Kuning

PCNU Grobogan Instruksikan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa Tak Amankan Acara Habib

PASCA THESIS, Menyelamatkan Akal Sehat: Mengapa Agama Tidak Boleh Dijadikan Alat Pembodohan

K.H. Imaduddin Utsman Al-Bantani Haramkan Putri Indonesia Dinikahkan dengan Laki-Laki Habaib

Syekh Muhammad Syarif Al-Shawwaf, Nasab Palsu Membela Nasab Palsu

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.5k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.1k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.5k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25