• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Santri Hikmah

Kartun Doraemon: Imaginasi Klan Ba’Alwi Saat Ini

by Admin
8 Juli 2024
in Hikmah, Kisah, Opini, Pesantren
3 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ahmad Suhadi (Pengasuh Ponpes Taswirul Afkar 26-Bogor)

Sudah bukan pemandangan aneh ketika melihat anak-anak dirumah menyukai film kartun, salah satu film kartun yang disukai anak-anak di rumah selain Upin dan Ipin adalah film kartun Doraemon. Kenapa anak-anak senang dunia imajiner bukan dunia nyata? Yah, namanya juga anak-anak selalu punya pemikiran fantasi imajinasi, kadang pesan-pesan moral bagi anak-anak mudah dibawa ke alam imajinasi. Doktrin alam bawah sadar dengan imajinasi khayalan akan lebih meresap bagi anak-anak yang belum mampu menggunakan akal secara sehat dan nalar literasi secara baik.

Karakter dakwah klan Ba’Alwi yang selalu memutar khas film kartun, yaitu menceritakan cerita-cerita khurafat yang irasional merupakan cara jitu untuk menanamkan doktrin imajinasi yang bersifat halusinasi kepada para pecintanya, sehingga cerita khurafat yang disampaikan oleh para habaib mampu menembus alam bawah sadar kaum muslimin Indonesia seperti film kartun yang disenangi anak-anak kita di rumah.

Menuju abad ke-2 Kebangkitan Nahdlatul Ulama dengan kemunculan Kiai Imadudin dan kawan-kawan membuat loncatan terobosan yang spektakuler dalam membongkar skandal dakwah agama yang rasional berimigrasi kedalam dunia khayalan ala habib klan Ba’Alwi, kedepan pola-pola dakwah yang irasional imajiner yang selalu berdakwah dengan materi cerita dongeng, pasti akan ditinggal masyarakat, ketika sudah terbangun kesadaran mereka.

Masyarakat muslim yang mudah dibawa oleh alur cerita imajiner habaib sebagai model berceramah, dikarenakan audiens kebanyakan minim literasi yang malas berpikir logis, atau kemungkinan besar mereka adalah orang-orang yang sejak kecil sering disuguhkan cerita dongeng kancil yang cerdik, dan cerita mistisisme, dikemudian hari masyarakat yang sudah mengerti dan melek mikir akan menjauh dari dunia imaginasi yang tidak ubahnya seperti anak-anak yang sedang menonton film kartun.

Penulis tampilkan sekian banyak film kartun yang menarik untuk dianalisa, yaitu film kartun doraemon. Imaginasi kehebatan Doraemon yang mampu menampilkan keinginan masa depan dengan khayalan dimasa lampau, namun masa depan yang ingin diraih selalu menampilkan media penghubung yang disimpan pada kantong ajaib Doraemon. Benda-benda atau peralatan utama yang dimiliki doraemon lebih sering muncul di kantong ajaib ketimbang peralatan lainnya.

Baca Juga

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analogi imaginasi kartun Doraemon di atas jika dihubungkan dengan fenomena keberadaan para habib dijaman sekarang tidak ubahnya anak kecil yang tidak boleh diganggu dan diingatkan padahal dapat membahayakan keselamatan diri mereka sendiri, begitulah psikologi anak-anak yang belum faham kondisi. Psikologi anak biasanya jika dilarang ke hal-hal yang disenangi selalu diekspresikan dengan menangis, marah-marah, dan siapapun akan dimarahi jika kesenanganya terganggu. Fenomena anak ini, tidak ubahnya dengan penomena habib yang sedang dipertanyakan nasabnya, bukan karena mereka tidak faham akhlak! Bahkan mereka selalu bilang “akhlak”, akhlak yang diajarkan mereka hanya untuk kepentingan mereka dan agar masyarakat muslim selalu memuliakan mereka saja. Ocehan habib Muhdor Tanggul, habib Rizik Shihab, dan lainnya adalah fenomena karakter seorang anak-anak yang sedang marah dan ditonton banyak orang karena bermain di arena yang membahayakan.

Wajib memang Habaib jaman sekarang harus diingatkan, karena mereka sudah terlalu lama dibuai dengan kesenangan jualan nasab dengan fasilitas VVIP yang bermain di panggung dakwah, akhirnya mereka lupa kalau arena dakwah yang sedang dimainkan sangat berbahaya untuk diri mereka dan keluarga mereka. Karena tidak mudeng (red:Jawa) akhirnya marah-marah, teriak-teriak, nangis sambil kekelesedan, bahkan sering main pukul yang tidak jelas.

Perlengkapan Doraemon

Perlengkapan Doraemon, yaitu:
Pertama, Pintu Ke Mana Saja, digunakan apabila ada pintu rusak, penggunanya dapat dibawa ke tempat yang yang dikehendaki bisa bersenang-senang tanpa perlu biaya. Bila pintu kemana saja mengalami kerusakan lebih parah, pintu ini tidak akan mengantarkan pemakainya sesuai yang dikehendaki. Namun ketika ingin menggunakan pintu kemana saja yaitu dengan cara membaca pikiran penggunanya melalui sentuhan di gagang pintu. Mirip dengan dakwahnya para habib yang selalu mengajak para pecintanya untuk mendengarkan cerita-cerita khurofat yang menggambarkan kesaktian para leluhurnya dan pendahulunya.

Kedua, Roti Memori

Cara menggunakannya hanya dengan makan roti yang sudah menyalin materi, otomatis akan hapal semua isi materi pelajaran yang sudah tersalin walaupun tanpa harus belajar.
Gambaran roti memori bagaikan habib klan Ba’Alwi waktu kita masih mondok di pesantren sering ditemui umumnya malas belajar, seakan-akan ilmu dalam pandangan mereka bisa diwariskan seperti sulap “simsalabim Abra gedabra” langsung nempel di kepala mereka, tanpa perlu belajar. Mereka berkhayal kalau diri mereka sebagai dzuriyah Rasulullah akan dapat ilmu langsung dari Rasulullah, walaupun tanpa harus belajar.

Kembali kepada karakteristik anak-anak. Bahwa dalam menghadapi habib-habib klan Ba’Alwi yang merasa terusik dengan tesis Kiai Imadudin, sejatinya kalau memang mereka dewasa dan terpelajar harus sanggup membuat tulisan ilmiah dari internal Ba’Alwi sendiri dalam membantah tulisan Kiai Imadudin sekaligus adu data, bukan malah dengan cara memframing dan membangun narasi permusuhan. Ini sama saja cerita kartun Doraemon, fungsi “Pintu Kemana Saja” yaitu jika sudah mentok pencarian data malah minjam pikiran orang yang tidak punya nalar ilmiah sama sekali, yang ada cuma kebodohan lalu memprovokasi umat untuk memusuhi Kiai Imadudin dan pendukungnya.

Mereka para habib dan Muhibbin bingung menjawab 12 pertanyaan Kiai Imadudin. Seandainya mereka jawab tapi tidak nyambung sama sekali, kenapa tidak nyambung? Yah, rata-rata si penjawab tidak mengikuti kajian dari awal bahasan nasab yang disampaikan Kiai Imadudin.

ShareTweetShare
Previous Post

Ba Alwi Dan Cacat Logika

Next Post

Masih Relevankah Diskusi Kebangsaan Di Era Polemik Nasab

Related Posts

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

30 Oktober 2026
17

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

29 Oktober 2026
27

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

26 Oktober 2026
47

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

25 Oktober 2026
47

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
64

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
139

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
64

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
105

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
427

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
83
Next Post

Masih Relevankah Diskusi Kebangsaan Di Era Polemik Nasab

Paling Banyak Dilihat

Opini

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

by Admin
30 Oktober 2026
17

Di tengah derasnya arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, diskursus publik melalui virtual mengenai genealogi kerap terjebak dalam romantisisme...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Popularitas Historiografi Genealogi: KH Imaduddin Utsman, Menjaga Integritas Sejarah Dari Interpolasi Ba’alwi 

ASYRAF HIJAZ TURUN TANGAN MEMBONGKAR KEPALSUAN NASAB PEMBELA KLAN BA’ALWI IBRAHIM BIN MANSUR

Epistemologi Kritis Gus Dur: Menjawab Hegemoni Keberagaamn Digital dan Fragmentasi Otoritas di PBNU

Kritik Historis-Genetis Nasab Ba’alwi: Telaah KH Imaduddin Utsman, Dr Sugeng S., dan Dr. Manachem Mengatasi Glorifikasi Keberagamaan Menuju Pendidikan Kritis

Fatalitas Haul Nama Kota Klan Habib Baalwi

Fakta Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.3k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.3k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25