• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home KH Imaduddin al Bantani

Nasab Ba Alawi Terputus 550 Tahun Bisa Diyakini Dengan Husnudzon?

by Admin
4 Mei 2023
in KH Imaduddin al Bantani, Kisah, Kitab, Santri, Tokoh
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Diskursus nasab Ba Alawi telah sampailah pada titik terang. Yaitu, bahwa nasab Ba Alawi terputus selama 550 tahun, sampai nama Ubaidillah disebutkan oleh Habib Ali al-Sakran (w.895 H) sebagai anak Ahmad bin Isa. Yaitu, dalam kitabnya al-Burqat al-Musyiqoh (kemudian disebut al-Burqoh).

Dalam kitab itu, Habib ali al-Sakran menyebutkan sebuah kosidah (terdiri dari bait-bait syair) tentang nasab Ubaid bin Ahmad bin Isa sampai ke Nabi Muhammad SAW. Kosidah itu ditulis oleh Syekh Jamaluddin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Gosyir al-Hadrami, ulama yang semasa dengan Habib Ali al-Sakran. Dalam kosidah itu ia memuji kakak (atau adik) dari Habib Ali al-Sakran yang bernama Habib Abdullah bin Abu Bakar (al-Sakran).

Kesimpulan dari kitab al-Burqoh ini, pertama bahwa untuk pertama kali, nasab ubaidillah sebagai datuk para habaib disebut sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW adalah dikitab al-burqoh ini, yaitu maksimal ditulis tahun 895 H.

Kesimpulan kedua, bahwa Habib Ali al-Sakran lah orang yang pertama kali berkesimpulan bahwa Ubaidillah ini tidak lain adalah Abdullah. Di mana, nama Abdullah ini disebut dalam kitab al-Suluk karya al-Jundi (w. 730 H). penulis telah buktikan dalam artikel penulis “Rangginang dari Banten untuk Hanif Alatas”, bahwa Abdullah ini bukan orang yang sama dengan Ubaid atau Ubaidillah.

Baca Juga

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern

Nama Abdullah sendiri, yang disebut al-Jundi sebagai anak Ahmad bin Isa, tidak disebutkan oleh ulama nasab sebagai anak Ahmad bin Isa. Kitab al-Syajarah al-Mubarokah karya Fakhruddin al-Razi menyebutkan bahwa anak Ahmad bin Isa hanya tiga yaitu: Muhammad, Ali dan Husain.

Kesimpulan nasab para habib Ba Alawi ini, terputus selama 550 tahun, terhitung sejak wafatnya Ahmad bin Isa tahun 345 H. sampai nama Ubaid atau Ubaidillah disebutkan Habib Ali al-Sakran tahun 895 H.

Walau demikian, seperti yang penulis sebutkan dalam beberapa kesempatan, bahwa kesimpulan kajian ini bersifat ilmu pengetahuan atau ijtihad. Jadi, bisa saja seseorang mengabaikan dalil-dalil kajian ini walau dianggap rajih (kuat) dan memilih untuk meyakininya secara husnudzon sebagaimana sebelumnya walau dianggap marjuh (lemah).

Imam al-Qalyubi berkata:

وَيَجُوزُ الْعَمَلُ بِالْمَرْجُوحِ فِي حَقِّ نَفْسِهِ لَا فِي الْإِفْتَاءِ وَالْقَضَاءِ إذَا لَمْ يَجْمَعْ بَيْنَ مُتَنَاقِضَيْنِ كَحِلٍّ وَحُرْمَةٍ فِي مَسْأَلَةٍ وَاحِدَةٍ (حاشية قليوبي وعميرة: المكتبة الشاملة: 1/13)

“Dan boleh menggunakan pendapat yang lemah untuk pribadi, tidak untuk fatwa dan menghukumi, (boleh itu) ketika tidak berkumpul antara dua pendapat yang bertentangan itu halal dan haram dalam satu masalah” (Hasyiyah qalyubu wa umairaoh: al-Maktabah al-Syamilah: 1/13)

Tags: ba alawi rungkadBa Alwibahar bin smithDzuriyyahDzuriyyah Nabihabaibhabibhanif alatasHRSKeturunan Nabiketurunan palsuKeturunan RasulullahNasabnasab palsunasab rungkadpemalsuan nasabpemalsuan silsilahRasulRasulullah SAWrekomendasi kepada negarasanad ilmuSilsilah Habibsilsilah nasabtest DNAUbaidUbaidillahulama
ShareTweetShare
Previous Post

Kajian Ilmiah Nasab Habaib Ba’alawy, Tidaklah Menentang Nasab Leluhur Keluarga Walisongo

Next Post

Kode Memaknai Kitab Kuning

Related Posts

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

5 Juni 2026
100

كتاب أبناء الإمام في مصر والشام الحسن والحسين كتاب مزور منحول

4 Juni 2026
61

Kitab “Abna’ al-Imam fi Misr wa asy-Syam al-Hasan wal-Husain” adalah Kitab Palsu dan Manhul

4 Juni 2026
76

KH Syam’un: Jenderal Ulama dan Tokoh NU

3 Juni 2026
64

Buku “Y-DNA Nabi Muhammad SAW” Hadirkan Pendekatan Genetika dalam Kajian Nasab Islam Modern

31 Mei 2026
298

Warga NU Wajib menyayangi 86 Marga Keturunan Nabi Muhammad SAW Ini: Laporan Untuk K.H. Miftahul Akhyar

28 Mei 2026
335

Cara Sederhana Memahami Pohon Genetik Y-DNA Bani Hasyim

21 Mei 2026
217

Riziq Syihab Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW Secara Absolut

25 April 2026
247

Daftar Nama Kiai, Tokoh dan Lembaga Yang Telah Gagal Menjawab Tesis Batalnya Nasab Ba’Alwi

22 April 2026
728

Sinopsis Kitab: AL-FATḤ AL-MUNĪR FĪ SYARḤ MANẒŪMAH AL-TAFSĪR

8 April 2026
90
Next Post

Kode Memaknai Kitab Kuning

Paling Banyak Dilihat

Opini

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

by Admin
24 Juni 2026
41

Cemas Sampai Mati Nick Sitzman, seorang pekerja rel kereta api yang masih muda dan ambisius, sehat dan kuat. Pada suatu...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Penjabaran Psikologis: Festival Su’ul Khotimah Klan Habib Baalwi dan Muhibbinnya

Ilham Aidit, Anak D.N. Aidit, Tegaskan Ayahnya Keturunan Ba’alwi Yaman

Membaca Lima Arus Kepentingan Eksternal dalam Muktamar NU 2026

Metode Eliminasi dan Epistemologi Nasab: Pengantar dan Apresiasi atas Gagasan Dr. Sugeng Sugiharto

كتاب الروض الجلي في نسب بني علوي المنسوب للإمام مرتضى الزبيدي كتاب منحول مزيف

Kitab “Al-Raudh Al-Jali fi Nasab Bani Alawi” yang Dinasabkan kepada Imam Murtadha Al-Zabidi adalah Kitab Palsu dan Manhul

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
71.3k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.4k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25