• Tentang Kami
    • Pengurus
  • Kontak
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel
No Result
View All Result
RMI PWNU Banten
No Result
View All Result
Home Opini

Mitigasi Cerdas Meyongsong Indonesia Emas Ala Santri 5.0

Masuknya internet ke kehidupan manusia pada Revolusi Industri 4.0 menyebabkan adanya generation gap yang disebabkan oleh segmentasi penggunaan internet oleh generasi tertentu, sehingga membuat teknologi cenderung menguasai kemampuan manusia.

by Admin
28 Juli 2021
in Opini
2 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

Oleh: Gus Syauqi Ma’ruf Amin

Tantangan di era kekinian, di era kegaduhan kemajuan teknologi digital dan informasi yang begitu pesat. Ditambah hikmah pandemi yang menuntut kita untuk save at home, work from home, social distancing, di era hoax menjadi sumber informasi utama, dan sebagainya, membuat kita berkebutuhan tinggi terhadap fasilitas layanan digital dari berbagai kebutuhan informasi sampai memenuhi kebutuhan lainnya.

Meskipun di masyarakat kita masih lebih banyak yang terjebak pada pola konsumtif dibanding produktif dalam pemanfaatan fasilitas layanan digital yang menggiurkan dan memanjakan tersebut yang menggantungkan pada teknologi artificial intelegency (kecerdasan buatan).

Banyak yang belum menyadari, khususnya di era global digital (dunia serba digital) kurang lebih sejak sekitar 5 tahun yang lalu, peran teknologi digital, khususnya di sektor informasi yang sangat interaktif, banyak mempengaruhi pola hidup dan kebiasaan masyarakat dunia, tidak terkecuali indonesia, yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap pembentukan generasi yang akan datang dan apa yang harus dipersiapkan sehingga terbentuk generasi berkualitas yang membanggakan.

Perlu kita ketahui bahwa sebenarnya dunia telah memasuki fase Era Society 5.0 yang pertama kali istilah ini dikenalkan oleh Pemerintah Jepang di tahun 2019. Society 5.0 disebut sebagai konsep integrasi antara dunia virtual dan realita. Society 5.0 adalah sebuah konsep yang memungkinkan manusia untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan sosial dengan dukungan teknologi. Konsep ini diharapkan dapat menyempurnakan konsep sosial sebelumnya, Revolusi Industri 4.0.

Masuknya internet ke kehidupan manusia pada Revolusi Industri 4.0 menyebabkan adanya generation gap yang disebabkan oleh segmentasi penggunaan internet oleh generasi tertentu, sehingga membuat teknologi cenderung menguasai kemampuan manusia.

Oleh karena itu, Society 5.0 diharapkan dapat mengubah persepsi tersebut dan mengalihkan fungsi teknologi untuk membantu manusia di berbagai bidang, termasuk pada proses branding.

Visi society 5.0 sendiri adalah: 1. era moderasi teknologi (teknologi ramah sosial), 2. keseimbangan peran dan pemanfaatan kemajuan teknologi sebagai solusi sosial dan ekonomi (keseimbangan antara peran kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan kecerdasan sosial).

Yang dimaksud dengan Kecerdasan sosial itu sendiri adalah kemampuan untuk secara efektif menavigasi dan bernegosiasi dalam interaksi dan lingkungan sosial. Atau dalam pengertian lain adalah gabungan dari kesadaran diri dan kesadaran sosial, evolusi keyakinan sosial dan sikap, serta kapasitas dan kemampuan mengelola perubahan sosial yang kompleks.

Kesadaran membangun keseimbangan yang seimbang menjadi solusi mitigasi yang kuat bagaimana memepersiapkan lingkungan dan membentuk tatanan kehidupan yang terinteraksi secara virtual dan tanpa batas.

Bangsa Indonesia memiliki Santri dan pesantren sebagai suatu basis SDM cerdas dan terlatih yang memiliki dedikasi tinggi untuk membangun dan merawat umat dengan kesadaran pengetahuan dan tata laku yang baik serta sungguh-sungguh, yang disertai dan diperkuat prinsip-prinsip dasar pengetahuan dan perilaku mulia untuk menebar manfaat dan maslahat (perbaikan dan kebaikan) secara individu maupun secara luas serta memiliki kesadaran cinta tanah air yang begitu besar.

Santri saat menimba ilmu dan ditempa di pesantren adalah orang-orang yang mutafaqqihina fiddien (orang-orang yang memperdalam pengetahuan dan pemahaman agama). Para santri dipersiapakan setangguh mungkin sehingga saat lulus dari pesantren dan terjun ke masyarakat menjadi rijalul islah (para pembuat perubahan yang lebih baik) atau para reformis yang turut serta membangun tatanan masyarakat yang lebih baik dan semakin baik.

Dasar yang selalu menjadi pegangan para santri yaitu:
المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح والإصلاح إلى ما هو الأصلاح  ثمّ الأصلاح  فالأصلاح
Al muhafadzotu alal qodimishsholih wal akhdzu bil jadidil aslah. [KangDiens]

Tags: Ala SantriEra DigitalGus Syauqi Maruf AminIOTMitigasi 5.0Revolusi Industri 4.0RMI PWNU BantenSociety 5.0
ShareTweetShare
Previous Post

Kiai Menata Negara

Next Post

Terkait Baha’i Menteri Agama RI Sudah Bijak

Related Posts

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

20 Oktober 2026
16

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

16 Oktober 2026
99

Mistifikasi Umar Hafidz vs Nalar KH Imaduddin Utsman: Menuju Pembebasan Epistemik dalam Keagamaan Nusantara

15 Oktober 2026
46

Menolak Dogma Hadramautisme, Mengintegrasikan Sains: Memahami Pencerahan KH Imaduddin Utsman dan Mistifikasi Habib Umar Bin Hafidz

14 Oktober 2026
84

Anak Umar bin Hafidz Mengangkat Kakinya Saat Bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani

14 Oktober 2026
349

KH Hasyim Asy’ari dan Tuah NU yang Malati: Menghadirkan Sanad Madzhab Ilmu Keislaman Sunni

13 Oktober 2026
71

RMI NU Banten: Penyusunan Pergub dan Penyaluran Bantuan Pesantren Harus Inklusif, Jangan Dimonopoli Satu Kelompok

9 Oktober 2026
63

Tokoh-Tokoh Ba’alwi Tidak Masuk Pengurus PBNU 2026-2031

1 Oktober 2026
257

“Laknat Allah, Malaikat, dan Manusia”: Telaah atas Pemaknaan Hadis dalam Polemik Nasab Ba Alwi

16 September 2026
141

Prof. Ahmad Zahro Bersumpah Habaib Ba’alwi Bukan Keturunan Nabi Muhammad SAW

10 September 2026
147
Next Post

Terkait Baha'i Menteri Agama RI Sudah Bijak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Paling Banyak Dilihat

Opini

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

by Admin
20 Oktober 2026
16

Oleh: Ubaidillah Tamam Munji (Dosen Filsafat Islam UIN Walisongo Semarang dan Pengasuh Pesantren As Shuffah Rembang) Fenomena self-love yang mengisi...

Read more
Load More
  • All
  • Berita
  • Opini
  • Pustaka
  • Santri
  • Ulama
  • Pesantren

Self-Love Berbasis Kemanusiaan: Meretas Sakralisasi Dogma Muhibbin-Habib dan Menata Rasionalitas Cinta

Achmad Ubaedillah dan Hassan Wirayuda Raih Penghargaan Putra Terbaik Kabupaten Tangerang dalam Hubungan Internasional

Sejarah Hidup KH. Abdul Gani, Miliarder NU dari Banten

Lepas Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang, Andra Soni Tegaskan Peran Strategis Santri bagi Banten

Biografi Abah KH. Junaidi, Sang Fakih dari Jati

Analisis Kunjungan Umar bin Hafidz Dalam Upaya Membentuk Persepsi Publik Sebagai Sosok yang Dianggap Mulia

Load More

Baca Juga

Nasab Ba Alawi Tidak Masuk Akal

by Admin
20 Juli 2023
72.2k

Menjawab Ludfi Rochman Tentang Terputusnya Nasab Habib

by Admin
9 April 2023
52.2k

Seputar Penelitian Ilmiah KH. Imaduddin Utsman Tentang Nasab Habib (1)

by Admin
26 April 2023
37.8k

  • Opini
  • Berita
  • Pustaka
  • Ulama
  • Santri
  • Pesantren
Follow Us

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
  • Opini
  • Ulama
    • Fiqih
      • KH Imaduddin al Bantani
    • Karomah
    • Kisah
  • Biografi
  • Pesantren
    • Santri
      • Hikmah
      • Syair
      • Humor
    • Pustaka
      • Kitab
      • Karya Sastra
      • Manuskrip
      • Download
  • Web RMI
    • RMI PBNU
    • RMI PWNU DKI
    • RMI PWNU Banten
    • RMI PWNU Jatim
    • RMI PWNU Sumsel

©2021 RMI PWNU Banten | rminubanten.or.id.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Depo 25 Bonus 25